Tips Merawat Rambut Yang Diproses Kimia

Trend membuat banyak orang berlomba-lomba mengikutinya demi mendapat pengakuan bahwa dirinya menarik menurut pandangan sosial yang kekinian. Salah satu trend yang mempengaruhi penampilan adalah rambut.

Saat trend rambut lurus, banyak yang melakukan smoothing, rebonding, atau ion rambut. Saat trend rambut keriting, rambut yang sudah lurus ya dikeriting dengan bantuan obat ataupun alat pengeriting rambut.

Trend terbaru adalah rambut di-blow alami dan di-curly. Lagi-lagi hal ini membutuhkan pengaplikasian bahan kimia demi mendapatkan rambut yang diidamkan.

Demi mengikuti trend, tidak sedikit orang – terutama wanita – yang tanpa ragu membiarkan rambutnya diproses secara kimia. Padahal, jika hal tersebut dilakukan terlalu sering, rambut akan rusak.

Tpis merawat rambut yang diproses kimia | arum.me
Tpis merawat rambut yang diproses kimia | Photo by Jessie Dee / Unsplash

Mengapa Proses Kimia Dapat Merusak Rambut?

Sering kita mendengar bahwa beberapa produk untuk menata rambut telah dimutakhirkan dengan kemampuan untuk merawat rambut, seperti catok ion, obat rambut yang mengandung bahan-bahan alami, produk yang diperkaya dengan vitamin atau minyak rambut, dan lain sebagainya.

Menggunakan semua itu tidak menjamin dapat membantu menyehatkan rambut. Mengapa begitu?

  • Obat pelurus, pengeriting, atau pewarna rambut mengandung zat yang bersifat panas bagi rambut, termasuk kulit kepala. Terlebih jika setelah mengaplikasikannya masih membutuhkan proses pencatokkan, ‘siksaan’ panas yang diterima oleh rambut akan menjadi berkali lipat. Itulah mengapa semua obat pemroses rambut memperingatkan penggunanya untuk mencoba mengoleskannya sedikit pada kulit tangan sebelum diaplikasikan seluruhnya ke rambut.
  • Obat pelurus rambut tidak membiarkan folikel rambut untuk membentuk dirinya sesuai sifat folikel itu sendiri – rambut bersifat keriting dipaksa untuk lurus. ‘Pemaksaan’ ini pastinya dilakukan dengan merusak sifat alami folikel rambut.
  • Saat rambut diluruskan, helai rambut akan menjadi fleksibel sehingga bila helaiannya ditarik, rambut akan molor. Hal ini akan membuat rambut rapuh, kering, bercabang, mudah patah, dan bahkan rontok.
  • Bahan kimia dalam obat rambut yang bersifat panas tersebut dapat menghilangkan kelembaban rambut dan membuatnya kering.

Kasihan kan rambut kita apabila sering ‘disiksa’ seperti itu? Padahal rambut adalah mahkota yang dapat mendukung penampilan kita.

Lalu bagaimana caranya agar bisa tetap kece dan bergaya kekinian, namun rambut bisa terawat keindahan dan kesehatannya? Inilah 5 cara terbaik merawat rambut rusak karena diproses kimia.

Tips Merawat Rambut Yang Diproses Kimia

1. Meminimalisir Penggunaan Pemanas Tambahan

Pemanas tambahan yang dimaksud bukanlah sekedar alat catok rambut, hair dryer, ataupun blower, namun juga zat kimia untuk styling lainnya, yaitu seperti gel rambut dan hairspray.

Produk penata rambut pasti mengandung berbagai zat kimia yang buruk bagi kesehatan rambut. Setelah rambut diproses kimia, hindari penggunaan pemanas tambahan minimal 1 bulan setelah treatment tersebut.

2. Menggunakan Minyak Perawat Rambut

Minyak rambut dapat mulai digunakan 1 sampai 2 minggu setelah rambut diproses, supaya treatment-nya tidak sia-sia.

Minyak yang baik untuk mengembalikan kesehatan rambut adalah minyak Argan, minyak kelapa, minyak Almond (termasuk minyak Sweet Almond), minyak Zaitun, minyak Jojoba, minyak Kemiri, minyak Serai, dan minyak Lavender.

Aplikasikan minyak pilihan Anda pada rambut, diamkan selama 30 menit, kemudian bilas dengan shampo yang tidak mengandung alkohol. Adapun cara lainnya dengan membiarkan rambut yang telah diminyaki selama semalam, kemudian dibilas keesokan paginya.

3. Memilih Aksesoris Yang Nyaman Untuk Rambut

Aksesoris rambut bagi kaum hawa digunakan untuk mendukung penampilan. Hal ini sah-sah saja. Tetapi sebaiknya pilih aksesoris yang tidak menyiksa rambut, seperti ikat rambut yang terlalu ketat, atau jepit rambut yang terlalu ketat.

Aksesoris yang seperti ini akan menambah kerusakan rambut. Rambut akan mudah patah dan ‘terpaksa’ mengikuti bentuk aksesoris karena tekanan yang diberikan terhadap rambut terlalu kuat.

Jika memang terpaksa untuk menggunakannya karena tuntutan profesi atau aturan sekolah, maka jangan menggunakannya terlalu lama. Saat jam kerja atau sekolah selesai, segera bebaskan rambut Anda.

4. Memberi Waktu Pemulihan Rambut

Setelah melakukan pelurusan atau pengeritingan rambut, godaan untuk mewarnai rambut menjadi tinggi. Hal ini dikarenakan kita ingin segera memiliki rambut ‘sempurna’ secara gaya.

Tepiskan keinginan tersebut demi kesehatan rambut sekaligus kebaikan Anda. Rambut yang belum pulih setelah ‘diracun’ memerlukan waktu untuk memulihkan diri. Jika kita memaksakan diri untuk melakukan treatment kimiawi lainnya, rambut Anda dapat berisiko rusak pada, bahkan kebotakan.

Biarkan rambut beristirahat selama 3 sampai 6 bulan sebelum diproses kimia lainnya. Namun hal ini perlu didukung dengan pemberian nutrisi terus-menerus selama proses pemulihan.

5. Memberikan Nutrisi Untuk Rambut

Rambut yang telah diproses kimia menjadi lebih sensitif terhadap pengaruh buruk lingkungan, seperti panas sinar matahari, debu, polusi, dan lain-lain sejenisnya.

Untuk mempercepat proses pemulihan rambut, diperlukan ‘suplemen’ rambut, seperti conditioner, vitamin rambut, hairmask, hair serum, ataupun creambath.

Kandungan dalam ‘suplemen’ tersebut sangat diperlukan rambut untuk mendapatkan kembali nutrisinya yang hilang akibat proses kimia.

Aplikasikan produk perawatan rambut tersebut secara rutin. Pastikan setiap helai rambut mendapatkan nutrisinya saat proses pengaplikasian.

Tips Tambahan

Sekalipun Anda begitu ingin segera memiliki rambut yang sehat dan indah, jangan terlalu sering mencuci rambut. Biarkan minyak alami rambut menyebar hingga ujung rambut. Keramaslah minimal 3 hari sekali.

Author: Arum Kinasih

"this too, shall pass"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *