Sayur Untuk Darah Tinggi

By | Maret 8, 2019

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umumnya diderita oleh orang tua. Tapi jangan salah, bagi yang berusia muda juga bisa mengalami darah tinggi.

Penyebab darah tinggi tidak hanya karena faktor usia, tapi juga dari ras (orang Afrika dan Karibia terbukti memiliki potensi tinggi mengalami hipertensi), penyakit keturunan, obesitas, kurang olahraga, merokok, pola makan (garam berlebih, kurang konsumsi sayur dan buah), alkohol, terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein (kopi, teh), stres kehamilan, kurang istirahat, atau karena menderita penyakit tertentu (ginjal, diabetes, dan lainnya).

Sebelumnya sudah tahu belum apa sih tepatnya hipertensi itu?

Sayur Untuk Darah Tinggi | arum.me

Hipertensi atau Darah Tinggi | Photo from Rawpixel / Unsplash

Tekanan darah itu diukur dengan 2 angka, sistolik (atas) dan diastolik (bawah). Sistolik adalah tekanan darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Diastolik adalah tekanan darah yang mengalir dalam pembuluh darah.

Umumnya, pengukurannya dibagi menjadi 3 kategori.

  1. Tekanan Darah Tinggi apabila tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.
  2. Tekanan Darah Normal apabila tekanan darah berada antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg.
  3. Tekanan Darah Rendah apabila tekanan darah berada pada angka 90/60 mmHg atau lebih rendah.

Kalau darah tinggi, penyakit akan hinggap, seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke, ginjal, hingga dementia.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Bisakah tekanan darah dinormalkan kembali?

Bisa, asalkan kita komitmen dengan pola hidup sehat. Caranya?

  1. Olahraga setiap hari minimal 30 menit.
  2. Hindari stres. Jangan terlalu banyak pikiran.
  3. Kurangi konsumsi garam.
  4. Hindari alkohol.
  5. Kurangi minuman berkafein.
  6. Berhenti merokok.
  7. Jika mengalami obesitas, kurangi berat badan.
  8. Istirahat cukup, minimal 6 jam perhari.
  9. Kurangi makanan yang digoreng.
  10. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Menurut WHO (World Health Organization), penderita tekanan darah tinggi terus meningkat hingga 1,13 miliar orang di dunia. Meningkatnya pertumbuhan industri makanan yang diproses juga memiliki andil besar dalam konsumsi garam seluruh orang di dunia yang menyebabkan peningkatan jumlah penderita hipertensi.

Sayur Untuk Darah Tinggi

Makanan untuk penderita tekanan darah tinggi harus rendah natrium, rendah lemak dan rendah kolestrol.

Ada 5 sayuran yang apabila dikonsumsi secara rutin dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Apa saja?

1. Ubi Jalar

Tidak hanya tinggi potasium, ubi jalar juga kaya akan nutrisi seperti magnesium dan mangan yang sehat untuk kesehatan jantung.

Kandungan kalium dalam elektrolit tubuh penting untuk membantu menekan efek natrium dalam tubuh. Kandungan ubi jalar akan membantu mengeluarkan natrium melalui air kencing.

2. Bayam

Sayur Bayam kaya akan kandungan lutein yang bisa mencegah penebalan dinding arteri, sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan tekanan darah tinggi. Selain itu, bayam juga kaya akan kandungan potasium, folat, dan magnesium.

Bayam memiliki kalori yang rendah. Selain diolah menjadi sayur, bayam juga bisa dicampurkan ke dalam salad, sandwich dan lasagna atau dengan smoothies.

3. Kubis

Sayur ini berkhasiat untuk menjaga tekanan darah. Kubis mengandung kalium sekitar 12% dari asupan harian yang disarankan dalam 2 porsi cangkir atau sekitar 178 gram.

Pastikan untuk mencuci kubis dengan bersih sebelum dikonsumsi. Sayur ini bisa dicampurkan dalam salad, karedok, lalapan, sup, tumisan.

4. Wortel

Wortel juga memiliki kandungan potasium yang tinggi. Potasium bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Wortel juga bisa mengurangi risiko penyakit aterosklerosis dan stroke.

Campurkan wortel dalam sup, tumisan, salad, smoothies dan jus. Mengonsumsinya mentah juga bisa untuk mendapat semua nutrisinya.

5. Seledri

Menurut buku ‘Healing Foods‘ yang diterbitkan oleh DK, seledri mengandung zat kumarin yang membantu menurunkan tekanan darah dan membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh. Kandungan phtalides dan antikoagulan dalam seledri juga mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke, serta menurunkan produksi hormon pemicu stres.

Pilihlah seledri dengan batang yang besar. Sayur ini bisa dicampurkan dalam salad, jus atau dijadikan lalapan segar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *