Dua Bulan Pakai HP Oppo A3s, Puas atau Pingin Ganti?

By | June 9, 2019

Kali ini saya akan sharing pengalaman menggunakan HP Oppo A3s. Ceritanya saya pengen beli HP baru karena sudah bosan dengan HP lama. HP lama saya adalah Oppo A37. Pemakaian selama 2 tahun lebih tanpa masalah membuat saya ingin tetap pakai Oppo.

Kenapa memilih Oppo A3s? Emmmm…, alasan pertamanya sih karena harganya yang cukup terjangkau dengan spesifikasi yang cukup untuk kebutuhan harian saya. Awalnya sih sempat ragu. Karena RAM dan memori internalnya sama saja dengan Oppo A37. Saya beli yang versi RAM 2GB ROM 16GB.

Tapi kembali, karena saya percaya build quality HP Oppo rata-rata bagus ditambah dengan proporsi layar 18:9, dua modul kamera belakang, dan desain yang kata orang-orang itu ‘kekinian,’ saya kekeuh ambil A3s.

Jangan berharap saya mengulas spesifikasi Oppo A3s ya…. Membaca specification sheet itu salah satu kelemahan terbesar saya. Jadi, buat kamu yang pingin beli juga, tapi merasa kepo dengan spesifikasi teknisnya, silahkan baca di dee-nesia.com

Review HP Oppo A3S | arum.me

Meski RAM dan ROM masih sama dengan Oppo A37, desain, baterai besar, dual camera dan tampilan Oppo A3S membuat saya jatuh hati….

Enaknya pakai Oppo A3S adalah HPnya yang tahan banting mengingat saya sering mobile dan kadang HP nggak sengaja kesenggol atau jatuh. Sejauh ini HP saya sudah terjun bebas lebih dari 5x dan masih sehat.

Kemudian, Oppo A3S juga sudah menggunakan Android Marshmellow yang membuatnya bisa dipasangi aplikasi-aplikasi terbaru yang kira-kira pengen saya instal.

Dan yang paling saya suka, HP ini memiliki fitur long screenshot yang membuat saya dapat menyimpan teks panjang dalam bentuk JPEG. Sejauh ini sih sepanjang apapun, semuanya bisa tersimpan menjadi 1 gambar (yang panjang).

Selain itu, HP ini memiliki daya baterai yang besar, sehingga saya tidak perlu takut kehabisan baterai saat bepergian jauh, karena baterainya awet banget untuk pemakaian biasa. Jadi, kalau bepergian biasa, saya nggak perlu bingung bawa powerbank.

Sayangnya, tidak ada fitur fast-charging untuk melengkapi kapasitas baterai yang besar ini. Jadi kalau ngecharge ya agak lama sedikit.

Nggak enaknya lagi pakai HP ini adalah keberadaan notch yang cukup mengganggu. Mengganggunya bukan karena bentuknya yang muncul di tengah nggak jelas gitu, tapi karena keberadaannya membuat notifikasi di bar atas HP tidak lagi bertengger disitu. Padahal saya sudah terbiasa melihat notif di bar atas yang hanya akan hilang kalau saya sudah membuka pesannya.

Apakah notch-nya bisa dihilangkan? Bisa, tapi kita harus download dulu aplikasinya di Play Store. Sayangnya, semua aplikasinya ada iklannya. Mau nggak ada iklannya ya harus bayar.

Selain itu, saya sudah terbiasa menggunakan Oppo A37 yang punya fitur kamera profesional dimana kita bisa mengatur ISO, aperture, dan lainnya seperti di kamera DSLR. Namun saya harus kecewa karena tidak ada fitur ini pada Oppo A3S. Sekalipun A3S menebusnya dengan memberi fitur Depth effect, tapi hanya tersedia saat kita pakai kamera depan. Buat saya yang nggak hobi selfie atau wefie ya jadi tidak terpakai.

Untungnya kemampuan dan kecepatan kamera Oppo untuk mengambil gambar yang bergerak masih bagus. Jadi saya bisa mengambil foto yang nggak ngeblur walau saya berada di dalam mobil yang sedang berjalan.

Kelemahan lainnya adalah seperti pada beberapa handphone keluaran terbaru, Oppo A3S tidak menyediakan headset. Jadi kita harus membelinya sendiri supaya bisa mendengarkan musik secara personal.

Kamu bisa beli atau cek harga terbaru Oppo A3s di sini (klik).

Oppo A3S tersedia dengan 2 pilihan RAM, yaitu 2 Gb dan 3 Gb, tentunya dengan harga yang berbeda pula, yaitu sekitar 500 ribuan (bedanya). Pilihan warna juga hanya ada 2, ungu gelap dan merah. Padahal saya suka rosegold-nya Oppo A37.

Buat kalian yang berencana membeli HP baru juga dan Oppo A3S menjadi salah satu opsinya, semoga artikel ini bermanfaat sebagai bahan pertimbangan. Terima kasih telah membaca (;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *