Review Film Soul – Dalem Banget

Soul – sebuah film animasi produksi Pixar yang rilis pada 25 Desember 2020. Film animasi yang tayang di Disney+ ini mengambil kisah dari orang berkulit hitam bernama Joe Gardner. Ia adalah seorang guru musik di sekolah dasar.

Joe telah menjalani kehidupan yang “biasa saja” menurutnya selama ini, seperti memiliki seorang ibu yang cukup mengatur hidupnya, menjadi guru musik tidak tetap di sebuah sekolah dasar, memiliki murid yang cukup merepotkan, dan hal biasa lainnya. Bahkan ia menganggap dirinya sebagai orang gagal.

Joe sangat terobsesi dengan musik jazz sejak mendiang ayahnya mengajaknya menonton penampilan sebuah band jazz ketika ia masih kecil. Ia merasa bahwa menjadi seorang musisi jazz untuk band ternama akan membuatnya keluar dari kehidupannya yang biasa-biasa saja.

Suatu hari Joe diangkat menjadi guru tetap di tempatnya mengajar. Ibunya sangat senang karena sang anak berhasil meraih sesuatu yang membanggakan, namun Joe tidak senang. Ia ingin menggapai mimpinya menjadi musisi.

Dihari yang sama, Joe mendapatkan telepon dari mantan muridnya bahwa musisi jazz ternama di kotanya – Dorothea Williams mencari seorang pianis untuk bandnya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung datang untuk menemui Dorothea.

Dorothea mengetes kemampuan bermusik si guru musik tersebut dan ia lolos. Betapa senangnya Joe mendapatkan kesempatan luar biasa yang telah ia nantikan selama hidupnya. Saking senangnya, Joe tidak fokus dengan sekitarnya dan mengalami “kecelakaan” saat berjalan pulang. Ia pun dibawa ke rumah sakit dan mengalami koma.

Review Film Soul | arum.me
Review film animasi Soul produksi Disney Pixar – dalem banget!

Saat koma, jiwanya melayang ke alam “sesudah kehidupan”. Disana jiwanya dibawa menuju ke sebuah cahaya putih yang sangat besar, yang artinya dia akan mati. Namun pria tersebut belum siap mati karena pertama kali dalam hidupnya, ia merasa ia melakukan hal yang luar biasa – mendapatkan impiannya.

Ditengah usahanya melarikan diri, ia terdampar ke alam “sebelum kehidupan”. Di sana, Joe bertemu dengan “sebuah” jiwa yang bernama 22. Semua jiwa di alam “sebelum kehidupan” diberi nomor. Jiwa bernomor 22 ini adalah jiwa yang bertahun-tahun tidak kunjung turun ke bumi karena ia tidak jua menemukan “spark” atau tujuan hidup utamanya.

Disinilah konflik dimulai. Joe dan 22 saling membantu untuk memenuhi tujuan mereka masing-masing. Joe ingin kembali hidup, sementara 22 ingin menghindari kehidupan.

Film animasi biasanya dibuat untuk anak-anak, namun kisah yang diangkat oleh Soul ini memiliki makna yang sangat mendalam, sehingga film ini lebih cocok untuk remaja hingga orang dewasa. Sesuai dengan judulnya, Soul atau Jiwa memiliki kisah yang mampu “menyentuh” jiwa.

Soul dikemas dengan humor ringan yang cukup mengundang gelak tawa. Namun secara keseluruhan, film ini membuat saya sedih, terharu, sekaligus memberikan saya pandangan tentang arti kehidupan. Esensi ceritanya begitu dalam dan diringi dengan imajinasi pembuat film yang luar biasa.

Saya tidak berhenti dibuat heran dengan ide cerita yang dibawakan, kok bisa ya kepikiran sampai begitu. Nilai yang ditanamkan juga sederhana namun begitu berarti.

Secara visual, animasi film ini tidak perlu diragukan, karena sejauh ini film garapan Pixar tidak ada yang visualnya mengecewakan. Sedangkan dari plot cerita, tidak ada plot twist, namun kita juga tidak akan mudah menebak jalan ceritanya.

Kekurangan dari film ini cuma satu, yaitu esensi ceritanya yang dalem banget. Bukan berarti film ini jelek, hanya saja film Soul ini tidak bisa dengan mudah dinikmati oleh semua orang, apalagi anak kecil. Bagi yang tidak mengerti, film ini akan terkesan biasa saja atau bahkan membosankan.

Saking dalamnya maknanya, film ini sangat cocok bagi mereka yang menikmati “kegiatan” kontemplasi, mencari makna dalam hidup, ataupun yang merasa perlu belajar lagi dalam memaknai kehidupan.

Namun jika Anda berniat mengajak anak Anda untuk menontonnya pun tidak menjadi masalah, karena film ini sangat aman dan lolos sensor. Semoga review ini bermanfaat. Selamat menonton!

Author: Arum Kinasih

"this too, shall pass"

Leave a Reply

Your email address will not be published.