Review Film Aquaman – Euphoria Yang Mudah Menguap

By | December 29, 2018

Finally, film Aquaman yang kita tunggu-tunggu rilis juga pada 12 Desember 2018 ini, pas banget sama Harbolnas. Hehehe. Film superhero dari DC Universe ini menarik banyak minat penonton, terbukti dari tiket presale yang sudah banyak terjual bahkan sebelum premiere-nya.

Film ini berdurasi 2 jam 23 menit ini disutradarai oleh James Wan. Sesuai judulnya, film ini adalah pengenalan karakter Aquaman setelah kemunculan pertamanya pada film Justice League.

Pemeran karakter Aquaman, yaitu Jason Momoa mampu mendongkrak karakter tersebut menjadi nampak begitu gagah, perkasa, pokoknya macho banget lah. Pas karakter ini muncul di Justice League, saya tidak begitu suka, yah mungkin karena saya tidak terlalu kenal. Setelah filmnya ini, saya jadi suka.

Review Film Aquaman | arum.me

Review Film Aquaman 2018

Scene awal menceritakan tentang bagaimana orang tua Aquaman bertemu. Siap-siap jantungan ya pada pembukaan. Hehehe. Orang tua Aquaman, ayahnya – Tom Curry (Temuera Morrison) adalah seorang manusia biasa yang bekerja sebagai penjaga mercusuar. Sementara ibunya – Atlanna (Nicole Kidman) adalah seorang putri raja Atlantis, raja Atlan (Graham McTavish).

Aquaman memiliki nama manusia, yaitu Arthur. Cerita dilanjutkan dengan Arthur kecil yang ternyata memiliki kemampuan berkomunikasi dengan segala satwa laut, lalu dia tumbuh dewasa menjadi seorang pahlawan lautan yang menjadi sahabat para warga.

Masalah muncul saat saudara Arthur – Raja Orm (Patrick Wilson) ingin berperang dengan dunia darat. Mau tidak mau, Arthur harus mengambil tahtanya untuk menghentikan kehancuran dunia darat maupun laut. Untuk mengambil tahtanya, dia harus melalui banyak rintangan. Mulai dari pihak-pihak yang tidak mendukungnya karena ia berdarah campuran, hingga melawan mahluk-mahluk laut yang mengerikan. Namun ia dibantu oleh putri Raja Nereus (Dolph Lundgren) yang bernama Mera (Amber Heard) dan Vulko (Willem Dafoe).

Ketika karakter Mera muncul dengan rambut bergelombang yang warnanya merah menyala agak oranye, saya kira dia adalah Ariel – The Little Mermaid. Habis, penampilannya hampir serupa. Hehe.

Willem Dafoe yang selama ini kita kenal sebagai karakter jahat setelah menjadi musuh dari Spiderman, ternyata menjadi tokoh protagonis yang mendukung Arthur. Padahal saat karakter Vulko muncul, saya kira ia akan menjadi penjahat lagi, tapi ternyata enggak.

Film ini dikemas kocak sebagaimana kesan pertama yang dapat kita tangkap saat karakter Aquaman pertama kali diperkenalkan di film DC. Ada banyak scene yang akan membuat kita tertawa. Selain itu, mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan indah lautan dan megahnya wilayah Atlantis.

Yang agak membuat heran adalah ada adegan yang di-cut alias dipotong, sepertinya oleh pihak bioskop sendiri, yaitu saat Arthur disemangati oleh Mera untuk duel dengan raja Orm untuk kedua kalinya. Hal ini tentunya membuat banyak penonton kecewa, karena kenapa juga di-cut, memangnya mereka mau ngapain sih? Padahal hanya adegan ciuman, agak lama memang durasi ciumannya. Adegan ciuman lain nggak disensor. Mungkin karena banyak anak di bawah umur, takutnya kalau mereka menonton adegan begini kelamaan itu nggak baik. Ya tapi kan bikin orang jadi berekspektasi dan penasaran. Hehehe.

Untuk adegan berkelahinya sih oke. Saat scene kejar-kejaran pun juga cukup menegangkan dan efeknya keren. Saya suka idenya. Cuma plottwist film ini kurang, jadi mudah ditebak gitu. Tapi film ini mendapat rating yang bagus, yaitu 8,3/10 dari IMDb dan 7,6/10 dari Rotten Tomatoes.

Film ini cukup seru, menghibur dan terkesan heroik banget. Pokoknya semua adegan positif dari seorang pahlawan muncul di film ini, termasuk nilai moralnya. Hampir semuanya ‘dapet‘ dan ada di film ini, mulai dari drama, komedi, action, petualangan, sampai romantis. Saat film selesai, bahkan para penonton di bioskop tempat saya menonton, pada tepuk tangan saking senengnya.

Bagi kalian yang mau nonton film ini, saat selesainya, jangan keburu meninggalkan tempat duduk ya, karena ada cuplikan kelanjutan dari film ini. Mungkin saja jadi sekuel film Aquaman sendiri atau gabungan superhero DC Universe.

Dari judul artikel, kalian pasti bertanya-tanya kenapa kok euphoria yang mudah menguap? Pas kita nonton, kita akan senang dan terhibur karena visual yang demikian menarik dan humor yang sukses membuatnya tidak membosankan. Tapi setelah menonton, ya sudah, habis, tidak berbekas. Mungkin karena alur ceritanya yang umum seperti fairytale. Buat kalian yang suka film begini, pasti akan menikmatinya. Selamat menonton (:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *