Review Film 2:22

Film 2:22 memang tidak sepopuler film Titanic atau Twillight. Saya juga belum pernah tahu film ini sampai saya membuka youtube.com untuk mencari lagu chilling yang sesuai dengan suasana hati saat itu.

Film 2:22
Film 2:22

Saya nemu sebuah lagu bagus berjudul Someone to Stay yang dinyanyikan oleh Vancouver Sleep Clinic. Ternyata lagu itu adalah original soundtrack dari film 2:22 yang music video-nya – pastinya – adalah cuplikan dari film tersebut. Saya langsung jatuh cinta dan bertekad streaming filmnya.

Ada sesuatu dalam videonya yang menurut saya tidak biasa. Saya memang suka film romance, ya namanya juga cewek, tapi nggak semua film romance menarik – menurut saya.

Chemistry dan cara karakternya terkoneksi-lah yang membuat saya yakin kalau film romance ini nggak biasa.

Jadi saya search tentang film ini tapi nggak mau baca review-nya. Saya cuma mau tahu genre dan rating-nya. Kenapa? Karena saya pengen ngikutin sendiri ceritanya.

Yang tertulis di review salah satu situs, film ini bergenre thriller. Wah, saya jadi sedikit ragu mau nonton atau tidak, karena saya tidak suka yang seramseram. Tapi saya tancap gas saja demi memenuhi ekspektasi saya akan film ini.

Pada scene awal banget, langsung nampak pemandangan konstelasi atau rasi bintang. Makin suka deh. Tapi kemudian diikuti oleh adegan menegangkan – seorang pria membawa pistol dan menodongkannya ke sepasang kekasih. Pada akhir scene itu, ada suara tembakan beberapa kali. Oke fixed, pasti ada yang mati.

Kemudian diceritakanlah seorang ATC (Air Traffic Controller) bernama Dylan Branson (Michiel Huisman) yang mengalami sebuah kejadian yang aneh. Pada pukul 2:22, waktu berhenti untuk sesaat, namun tidak untuknya. Dia seperti masuk dalam suatu medan waktu yang berbeda yang membuatnya seperti “melamun” untuk sesaat. Padahal saat itu dia sedang bertugas mengatur lalu lintas pesawat. Karena “melamun” tadi, dia hampir saja membunuh 900 penumpang dari 2 pesawat yang nyaris bertabrakan. Salah satu penumpangnya adalah Sarah (Teresa Palmer).

Dylan dan Sarah bertemu di sebuah acara Air Ballet. Di situlah hubungan mereka berawal dan berlanjut.

Dylan&Sarah
Dylan&Sarah

Konflik dimulai saat mantan kekasih Sarah – Jonas (Sam Reid) mengetahui hubungan Sarah dan Dylan. Jonas nampak begitu posesif namun dia masih bisa menahan diri mengingat Sarah hanyalah mantan kekasihnya.

Kejadian aneh yang dialami Dylan menuntunnya menemukan petunjuk tentang kejadian penembakan yang terjadi 30 tahun lalu yang terjadi di stasiun Grand Central New York.

Dylan akhirnya menyadari bahwa Sarah, Jonas dan dirinya adalah korban meninggal pada kasus penembakan tersebut. Kasusnya dikarenakan cinta segitiga yang memicu kecemburuan pada salah satu pria yang mencintai Sarah.

Akankah kejadian 30 tahun lalu terulang kembali? Mampukah Dylan, Sarah dan Jonas mengubah takdirnya? Kalau kepo, silahkan menontonnya sendiri, hehehe.

Rating film ini memang tidak sebaik film romantis populer lainnya, tapi worth it kok buat ditonton. Khususnya bagi cewek penggemar film ber-genre ini.

Kenapa rating film ini tidak begitu bagus? Karena ceritanya hanya terkesan romance saja.

Oke, memang ada bagian scifi, tapi tidak dijelaskan secara mendalam. Misalkan tentang konstelasi yang dipakai atau yang dijadikan acuan posisi segitiga.

Di dalam filmnya tidak dijelaskan itu rasi bintang apa, kok bisa diambil dari 3 titik yang ada pada gambar kambing, kemudian tiba-tiba Dylan punya gambar 3 pesawat dengan posisi segitiga sesuai dengan rasi bintang dan berbentuk segitiga.

Iya, memang 3 titik itu menggambarkan cinta segitiga. Tapi saya rasa dengan munculnya 3 karakter kuat yang saling mencintai, penonton cukup cerdas untuk tahu kalau itu cinta segitiga. Nggak perlulah jauh-jauh membahas perbintangan.

Penonton yang biasa menonton banyak film akan mengharap sesuatu yang berbeda dan menggelitik untuk dinikmati. Ilmu yang menambah pengetahuan misalnya.

Hal aneh lainnya adalah surat-surat lama yang ditemukan Dylan. Penonton pasti berpikir bahwa itu akan menjadi clue yang memperjelas, tapi nyatanya tidak. Malah terkesan menambah durasi saja.

Tapi ada juga sisi menarik dari film ini, yaitu chemistry pemainnya yang dibangun dengan sangat baik. Koneksi dua karakter yang saling mencintai begitu terasa. Nggak lebay tapi dapet banget. Ide ceritanya juga menarik.

Jadi, buat yang lagi nyarinyari film romantis, film ini bisa menjadi salah satu referensinya.

Review Film 2:22
5 (100%) 1 vote

Berikan komentar....