Review Suwung – Panduan Mencapai Kesempurnaan Hidup

Pergi ke toko buku adalah salah satu kegiatan favorit saya. Suatu hari saya pergi ke Gramedia karena sedang nggak ngapa-ngapain dan tidak tahu harus ngapain juga. Keadaan seperti ini biasa disebut “suwung” oleh orang Jawa. Ya, saat itu saya sedang suwung.

Saat itu saya tidak yakin akan membeli buku atau sekedar baca-baca untuk menghabiskan waktu. Di bagian depan sendiri, pasti akan terpajang banyak buku best sellers atau new arrival atau yang sedang didiskon.

Saya pun kepo dan langsung membaca sinopsis judul-judul yang menarik perhatian saya. Semuanya didominasi oleh genre romance. Menarik, tetapi saya tidak sedang tertarik. Mungkin karena saat itu, romansa kehidupan sedang tidak ramah pada saya. Kok jadi baper ya, haha….

Sampailah saya pada area Social Science. Mata saya tertuju pada sebuah buku yang judulnya sesuai dengan keadaan saya saat itu – Suwung. Disitu juga tertulis “ajaran rahasia leluhur Jawa”. Wah pas, karena saya adalah orang Jawa. Tertulis juga “best seller”. Makin pas.

Saya langsung membaca sinopsisnya. Tertulis disitu bahwa buku ini dapat membantu saya untuk membebaskan diri dari ilusi kehidupan yang membuat hidup penuh tekanan, menyadari keagungan manusia dengan segenap potensinya untuk merasakan kehidupan, mentransformasi diri pada tataran energi murni untuk hidup berkelimpahan. Wow. Sepertinya saya membutuhkan buku ini. Tanpa berpikir panjang lagi, saya langsung membelinya, lagipula harganya juga relatif murah yaitu Rp 79.000.

Buku Suwung
Salah satu panduan menuju sampurnaning hurip.

Buku yang ditulis oleh Setyo Hajar Dewantoro ini menuliskan bahwa Tuhan adalah Suwung – Kekosongan yang mengandung seluruh benih keberadaan dan meliputi segala yang ada. Manusia adalah pengejawantahan (perwujudan, penjelmaan) Sang Suwung yang paripurna. Kuasa dan wewenang Sang Suwung melekat pada manusia sejauh keterhubungan dan kejumbuhan (keselarasan, kesesuaian) manusia dengan-Nya.

Manusia diberi anugerah free will (kehendak bebas) dan fasilitas angkara/nafsu/daya dorong ragawi beserta daya untuk memenuhinya dalam kapasitas tertentu. Tetapi sebagai bagian dari semesta, manusia juga terikat hukum-hukum semesta atau sistem yang bekerja di jagat raya.

Setyo Hajar Dewantoro membahas hukum-hukum semesta yang relevan dengan kehidupan manusia untuk meraih sampurnaning hurip (sempurnanya hidup), seperti hukum sebab-akibat, hukum timbal balik, hukum ketertarikan, hukum relativitas, dan masih banyak lagi.

Hukum-hukum tersebut bukanlah hukum yang tertulis seperti perundang-undangan, sehingga manusia perlu memiliki kesadaran. Tindakan untuk menjadi sadar atau berkesadaran adalah meditasi. Semakin orang berkesadaran, semakin mengertilah dirinya akan skenario hidup yang dihamparkan Sang Suwung karena proses itu akan membawanya terus berevolusi menuju sampurnaning hurip.

Sang penulis mampu mengulas tentang penjernihan jiwa dengan apik, termasuk dari gangguan mahluk-mahluk yang tak kasat mata. Ia juga tak ragu menuliskan beberapa wejangan yang ia terima secara spiritual, seperti wejangan dari Dewa Wisnu, Dewi Kwan Im, Kanjeng Ratu Kidul, Prabu Airlangga, dan Prabu Anglingdarma.

Adapun pemaparan berbagai pola pendayagunaan Divine Energy (Energi Murni) untuk menata kehidupan pribadi maupun membantu sesama, seperti penyembuhan, penyempurnaan arwah, dan penataan finansial.

Kelebihan buku ini adalah memberikan kita pemahaman baru mengenai kehidupan. Buku ini juga mengulas tentang bagaimana manusia bisa menjadi penebar cahaya, hidup dengan sukacita, dan meraih kecemerlangan hidup.

baca juga: Review Buku “Change Your Destiny” – Change It Before You Regret It.

Sementara kekurangannya adalah isinya yang tidak dapat dinikmati oleh semua kalangan. Saat membaca sinopsinya saja, beberapa orang mungkin akan menganggap isinya musrik. Namun semua itu kembali lagi pada pandangan dan persepsi masing-masing orang.

Setelah selesai membaca buku ini, saya pribadi cukup menyukainya. Buku ini sangat cocok bagi kita yang kesadarannya mulai berbeda dengan kesadaran mainstream, terutama yang dibentuk dogma-dogma agama. Bisa dikatakan buku ini menyuarakan aspirasi pembaca yang telah mengalami transformasi kesadaran tersebut.

Review Suwung – Panduan Mencapai Kesempurnaan Hidup
5 (100%) 1 vote

Berikan komentar....