12 Manfaat Menarik Nafas Panjang Yang Perlu Anda Ketahui

By | February 10, 2019

Manusia hidup pasti bernafas karena karena semua aktifitas tubuh kita memerlukan oksigen. Ternyata cara bernafas terbaik adalah dengan menarik nafas panjang. Namun tidak di semua tempat, pastikan udara pada saat itu bersih atau kaya akan kandungan oksigen.

Kenapa menarik nafas panjang?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa segala aktifitas tubuh kita memerlukan oksigen, baik itu pergerakan tubuh maupun kerja organ dalam tubuh. Semuanya bisa bekerja maksimal jika mendapat asupan oksigen cukup.

Menarik nafas memang tidak perlu berpikir, karena itulah kita sering lupa untuk bernafas dengan benar. Seringnya kita menarik nafas panjang saat gugup atau saat sedang memikirkan masalah berat, apalagi kalau masalah hati alias galau. Hehe.

Kalau perasaan bisa terasa agak mendingan setelah menarik nafas panjang, berarti teknik bernafas semacam ini memiliki manfaat bagi jiwa dan raga.

Apa saja sih manfaatnya?

Manfaat Menarik Nafas Panjang | arum.me

Manfaat Menarik Nafas Panjang | Photo by Oleksandr Pidvalnyi / Pexels

 

Manfaat Menarik Nafas Panjang

Manfaat Bagi Jiwa

1. Meredakan Stres

Pernafasan yang pendek terjadi saat kita sedang tertekan atau memikirkan banyak masalah. Kalau sudah begini, oksigen yang mencapai otak dan otot-otot dalam tubuh menjadi sedikit sehingga tubuh menjadi tegang.

Selain itu, saat kita sedang stres, pernafasan menjadi lebih cepat dan tekanan darah juga meningkat. Dua hal ini berpengaruh buruk bagi kesehatan.

Bernafas panjang dan dalam dapat membantu mengurangi stres. Kok bisa?

Ketika kita menarik nafas panjang dan dalam, tubuh akan mengirimkan sinyal untuk memperlambat reaksi di otak, sehingga ada perubahan hormon yang memengaruhi fisik. Kemudian denyut jantung akan melambat dan tekanan darah perlahan menurun.

Lalu otak akan menjadi tenang. Kalau otak sudah tenang, ia akan meneruskan sinyal tersebut ke tubuh, sehingga kita akan merasa rileks lagi.

Jadi, kalau sudah merasa penat atau galau, cobalah berkonsentrasi pada pernafasan. Bernafas panjang bisa menjadi cara relaksasi untuk mengelola stres dan sakit kepala. Bernafaslah melalui diafragma, sehingga perut terisi dengan udara.

2. Mengurangi Rasa Cemas

Rasa cemas dapat memicu beberapa masalah kesehatan dan penyakit. Latihan menarik nafas panjang dan dalam dapat membantu membersihkan pikiran, sehingga kita bisa kembali fokus.

3. Mengurangi Rasa Gugup

Rasa gugup adalah hal yang biasa dirasakan setiap orang. Kadang kalau kita sedang gugup, kita bisa sulit berpikir dan nggak tahu harus ngomong apa, atau istilah gaulnya – nge-blank.

Jika hal ini terjadi, cobalah untuk menutup mata sambil menarik nafas panjang dan dalam selama satu atau dua menit. It does help!

4. Meredakan Amarah

Ambilah nafas panjang dan dalam saat kita merasa emosi mulai meninggi. Saat marah, tubuh akan merasa tertekan, nah dengan menarik nafas panjang, tekanan akan menurun beserta emosi yang mereda.

Manfaat Bagi Raga

1. Memperbaiki Sirkulasi Darah

Mengambil nafas dalam-dalam secara teratur dapat meningkatkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh. Cobalah menarik nafas panjang melalui perut.

Saat detak jantung terasa cepat, tariklah nafas dalam-dalam. Cara ini efektif menurunkan detak jantung. Lakukanlah hal ini sebanyak tiga kali. Rasakanlah detak jantung akan menjadi normal dan tekanan darah pun akan menurun.

2. Membantu Mendetoks Tubuh

Menarik nafas panjang dan dalam secara rutin dapat membantu detoksifikasi atau menghilangkan racun dalam tubuh. Semakin bersih organ tubuh, maka semakin sehat pula tubuh kita.

3. Menurunkan Tekanan Darah

Menarik nafas panjang dapat merangsang munculnya oksida nitrat alami yang membuat seseorang merasa lebih tenang. Zat tersebut akan memasuki paru-paru dan diteruskan ke otak, sehingga tekanan darah yang tinggi bisa diturunkan.

Penderita penyakit jantung yang mengambil nafas pendek sebanyak 12-14 hembusan per menit cenderung memiliki kadar oksigen rendah dalam tubuhnya. Hal ini dapat merusak otot rangka dan fungsi metabolisme, sehingga menyebabkan atrofi otot atau penurunan massa otot.

Normalnya, kita mengambil dan menghembuskan nafas sebanyak 6 kali dalam semenit. Rutin menarik nafas panjang dan dalam telah terbukti menurunkan tekanan darah.

4. Membantu Mengurangi Rasa Sakit

Dengan menarik nafas dalam-dalam, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin. Ini adalah hormon yang memberikan rasa nyaman dan juga merupakan pereda rasa sakit alami.

Hormon ini juga dapat membuat otot-otot menjadi lebih rileks. Otot yang tegang merupakan penyebab utama nyeri pada leher, punggung dan lambung. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa menarik nafas panjang dan dalam dapat menurunkan resiko sesak nafas kambuh bagi penderita asma.

5. Relaksasi Perut

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan menarik nafas panjang dan dalam dapat merelaksasi perut. Jadi, saat kita merasa perut tidak nyaman, cobalah untuk menarik nafas panjang dan dalam, terutama ketika sedang berada di toilet.

6. Mempercepat Penurunan Berat Badan

Berat badan memang akan turun jika  lemak dalam tubuh dibakar dengan cara berolahraga, tetapi latihan pernafasan juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Pernafasan yang benar dapat membuat tubuh lebih mudah mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan proses metabolisme.

Teknik pernafasan yang tepat juga sangat penting untuk berolahraga, sehingga kita bisa mendapat energi cukup sehingga terasa lebih mudah untuk melakukan aktivitas fisik.

7. Meningkatkan Aliran Limfatik (Getah Bening)

Saat paru-paru penuh dengan oksigen, aliran cairan limfatik yang berfungsi mencegah infeksi juga akan meningkat. Sistem limfatik bekerja seiring dengan sistem peredaran darah.

Saat darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh, cairan limfatik juga akan menyingkirkan bakteri, virus, zat asing, sel darah putih yang telah mati, dan racun tubuh lainnya.

Untuk memaksimalkan kinerja limfa dalam menghilangkan sisa metabolisme dari tubuh, pernafasan yang benar juga harus rutin dilakukan.

Hal ini dikarenakan sistem limfatik bergantung pada mekanisme pernafasan untuk membantunya bergerak. Jadi, pernafasan yang baik dapat meningkatkan aliran limfatik.

8. Meningkatkan Fungsi Paru

Pernafasan dada yang pendek tidak dapat memberikan oksigen yang cukup dalam darah. Ini berarti oksigen yang tersedia untuk jaringan dan organ tubuh juga kurang.

Hal ini dikarenakan ketika kita menarik nafas pendek, paru-paru tidak cukup mengembang untuk memaksimalkan suplai oksigen ke dalam darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.

Lalu bagaimana cara bernafas yang benar?

Teknik bernafas yang benar adalah dengan menarik nafas panjang dan dalam sehingga organ tubuh dapat bekerja secara optimal.

  1. Hirup nafas dari hidung sebanyak-banyaknya sampai perut terisi penuh dengan udara.
  2. Tahan selama minimal 30 detik.
  3. Hembuskan udara melalui mulut sehingga perut mengempes lagi.

Samakanlah waktu untuk menghirup, menahan, dan menghembuskan nafas untuk memaksimalkan manfaatnya. Misalkan kita menghirup nafas selama 30 detik, maka kita juga menahan dan membuang nafas selama 30 detik.

Semakin sering kita melakukannya, maka akan semakin lama pernafasan yang bisa kita lakukan, dan itu semakin baik bagi kesehatan tubuh.

Nah, mulai sekarang, luangkanlah waktu kita sejenak untuk menarik nafas panjang dan dalam demi kesehatan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *