Kenali Gejala Serangan Jantung Sebelum Terlambat!

Serangan jantung dapat terjadi pada siapapun. Bahkan orang yang nampaknya sehat sekalipun bisa mengalami serangan jantung.

Saya yakin pasti anda pernah mendengar berita orang yang meninggal secara tiba-tiba, padahal sesaat sebelumnya ia baik-baik saja.

Sebenarnya tidak ada penyakit yang terjadi secara tiba-tiba, semua ada proses awalnya. Hanya saja kita yang tidak mengenalinya atau tidak mengetahuinya, atau memilih mengabaikannya dan menganggapnya biasa saja.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan survei Sample Regristration System (SRS) pada tahun 2014. Hasilnya menunjukkan bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia pada semua umur, setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.

Semua umur? Iya. Serangan jantung tidak mengenal usia. Mungkin dulu (yang kita tahu) bahwa yang bisa terkena penyakit jantung adalah orang yang tua. Tetapi nyatanya penyakit ini semakin banyak diderita oleh kelompok usia muda.

Sebesar 39% orang Indonesia berusia kurang dari 44 tahun menderita penyakit jantung. Malah sebanyak 22% dari penderita jantung masih muda, yaitu pada kisaran usia 15–35 tahun.

Laki-laki berisiko tinggi mengalami serangan jantung setelah usia 45 tahun, dan perempuan berisiko tinggi mengalami serangan jantung setelah usia 55 tahun.

Lalu, bagaimana serangan jantung itu terjadi dan apa penyebabnya?

Jantung memiliki beberapa jenis pembuluh, di antaranya yang paling penting adalah arteri koroner. Pada arteri ini terdapat sirkulasi darah kaya oksigen ke semua organ dalam tubuh, termasuk jantung.

Bila arteri ini tersumbat atau menyempit, aliran darah ke jantung bisa turun secara signifikan atau berhenti sama sekali. Hal ini bisa menyebabkan serangan jantung.

Serangan jantung yang dialami setiap orang berbeda. Maksudnya tidak selalu ada rasa nyeri di ulu hati, terkadang malah hanya penurunan kondisi kesehatan secara perlahan.

Lalu bisakah kita mengenali serangan jantung sebelum terjadi?

Bisa.

Mengetahui ciri serangan jantung akan membantu kita mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Biasanya, gejalanya akan muncul sebulan sebelum serangan terjadi.

Serangan Jantung
Serangan Jantung – Photo from Shutterstock

Gejala Serangan Jantung

1. Tekanan di Dada

Ini adalah gejala paling umum adanya masalah pada arteri koroner. Rasanya seperti ada yang menekan dada, dada terasa sesak, debar jantung lebih cepat dari biasanya, atau timbul rasa nyeri pada dada, perut bagian atas, punggung, leher, rahang, lengan, dan atau bahu. Semua itu adalah indikasi bahwa suplai darah pada jantung terhambat.

2. Gejala Flu

Batuk disertai sesak hingga timbul suara menciut-ciut adalah cara tubuh berusaha memperlancar aliran darah.

Umumnya, gejala ini disertai dengan rasa “sesuatu yang mengganjal di ulu hati”. Ini adalah pertanda adanya masalah pada jantung.

3. Keringat Dingin dan Pusing

Sering berkeringat secara tiba-tiba dan tubuh terasa dingin adalah gejala dini akan terjadinya serangan jantung.

Pusing terjadi dikarenakan kurangnya aliran darah ke otak.

4. Sakit Kepala Hebat

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tidak ada penyakit koroner yang muncul tiba-tiba. Sakit kepala hebat adalah puncak indikasi dari rentetan gejala akan adanya serangan jantung.

Sakit kepala hebat terjadi saat jantung telah sampai pada titik jenuh dan tidak lagi kuat bekerja sehingga aliran darah pun berhenti total dan akan langsung menyebabkan penurunan energi tubuh secara signifikan.

Bahkan hanya sekedar berjalan kaki ke kamar sebelah saja sudah seperti melakukan lari maraton.

Jika ini terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, konsultasikan ke dokter anda. Segera.

5. Tubuh Terasa Lemah

Otot tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan karena tidak mendapat cukup darah yang cukup.

Jika tubuh menjadi lemah secara berkelanjutan, bahkan untuk sekedar untuk mengangkat gayung serasa mengangkat galon, jelaslah sudah, ada yang tidak beres dalam tubuh.

6. Nafas Pendek

Jika jantung tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya, maka kinerja paru-paru pun akan terganggu.

Jika anda merasa tidak bisa bernafas dengan leluasa, masalahnya bukan berarti ada pada paru-paru, tapi pada terhambatnya aliran darah dari dan ke jantung.

Mulai dari sekarang, lakukan pola hidup sehat.

Mungkin anda sudah bosan mendengarnya, itu lagi, itu lagi.

Lha nyatanya masih banyak yang mengabaikannya, ya kan? Termasuk anda mungkin.

Heart and Stroke Foundation mengungkapkan bahwa 80% penyakit jantung dan stroke dini dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat.

Bagi yang sudah memiliki penyakit ini, kabar baiknya adalah anda masih hidup, jadi belum terlambat untuk mengubah pola hidup.

Sayangilah dirimu sendiri.

Jika anda mengalami satu atau bahkan lebih dari keenam gejala ini, maka segera periksakan kondisi anda ke dokter.

Untuk langkah awal, memang bisa saja anda bersikukuh untuk memperbaiki sendiri kondisi jantung anda dengan melakukan beberapa perubahan pribadi. Bisa jadi itu cukup. Pada umumnya, anda tetap memerlukan konsultasi, pemeriksaan, dan penanganan dokter.

Kemenkes pun memberi imbauan kepada masyarakat agar melakukan CERDIK untuk mengendalikan faktor resiko penyakit jantung.

Apa itu CERDIK?

C : Cek kesehatan secara berkala

E : Enyahkan asap rokok

R : Rajin beraktifitas fisik

D : Diet sehat dan seimbang

I : Istirahat cukup

K : Kelola stres

Be smart, guys!

Kenali Gejala Serangan Jantung Sebelum Terlambat!
5 (100%) 2 votes

Berikan komentar....