Apa Sih Hormon Kebahagiaan Itu?

Jika kita sering mencari informasi tentang kesehatan, pasti kita seringkali mendengar istilah “Hormon Kebahagiaan”. Jadi, apakah bahagia tuh karena efek hormon? Lalu apa sih Hormon Kebahagiaan itu?

Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat.

Nah pasti kita sering denger istilah ini kan? Dan itu bener lho. Jadi, jika kita bisa menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat, menjaga makan, berolahraga, dan juga dengan menjaga kesehatan jiwa.

Salah satu cara menjaga kesehatan jiwa adalah dengan membiarkan diri kita bahagia. Perasaan bahagia bisa muncul karena banyak hal menyenangkan yang terjadi. Tapi pasti pernah kan pas nggak ada apa-apa tapi mood enak aja gitu? Itulah salah satu pengaruh hormon yang diproduksi dalam tubuh kita.

Jadi, hormon kebahagiaan adalah hormon yang alami diproduksi oleh tubuh, dan dapat membantu meningkatkan perasaan positif, seperti rasa bahagia dan senang. Marilah kita mengenali macam-macam hormon tersebut.

Kebahagiaan Pribadi Juga Bisa Dijaga Dengan Mengenali Hormon Kebahagiaan | arum.me

Kebahagiaan Pribadi Juga Bisa Dijaga Dengan Mengenali Hormon Kebahagiaan

Hormon Kebahagiaan

1. Dopamin (Dopamine)

Hormon ini dikenal dengan hormon “feeling good, like I should”. Hehee. Maksudnya, Dopamin merupakan hormon dan neurotransmitter (senyawa kimiawi dalam tubuh yang bertugas menyampaikan pesan dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya) yang merupakan bagian penting dalam otak.

Hormon ini berhubungan dengan sensasi ‘bersenang-senang’, aktifitas belajar, memori otak, fungsi sistem gerak tubuh, dan lain-lain. Hal-hal seperti dipuji karena menyelesaikan tanggung jawab dengan baik, bisa mencapai apa yang diharapkan, dapat memicu produksi hormon ini.

Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi Dopamin adalah dengan berolahraga, makan makanan bergizi, dan merapikan sesuatu, misalnya kamar, meja kerja, dan sebagainya.

2. Serotonin

Hormon inilah yang memicu mood kita, juga rasa kantuk, selera makan, pencernaan, kemampuan belajar, dan daya ingat.

Saat produksi hormon ini baik, selera makan kita juga menjadi baik, begitupun dengan pola tidur, dan niat kita untuk melakukan sesuatu.

Hormon ini bisa dipicu dengan melakukan olahraga setiap hari, seperti jalan sehat, atau jogging jarak pendek, setidaknya selama 10 menit.

3. Oksitosin (Oxytocin)

Oksitosin disebut juga dengan “hormon cinta”. Hormon inilah yang menyebabkan munculnya perasaan kasih dari Ibu kepada anak, seperti saat melahirkan, menyusui, atau kegiatan lain yang mempererat hubungan tersebut. Hormon ini lebih banyak muncul pada wanita.

Hormon ini juga yang menimbulkan rasa percaya, empati, dan perasaan terikat satu sama lain, entah dengan keluarga, pasangan, sahabat, atau rekan kerja.

Untuk meningkatkan produksi hormon ini, hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan quality time dengan pasangan, atau juga dengan pendekatan fisik, seperti berpelukan dan aktifitas intim lainnya.

Satu lagi hal penting yang bisa memicu peningkatan produksi hormon ini, yaitu berbuat baik kepada orang lain, seperti membantu orang tidak mampu, dan hal sejenis lainnya.

4. Endorfin (Endorphins)

Hormon ini merupakan “obat pereda rasa sakit” yang alami bagi tubuh. Endorfinlah yang mampu menurunkan perasaan was-was dan stres.

Melakukan hal seperti mengkonsumsi makanan kesukaan, olahraga, atau kegiatan intim dengan pasangan dapat meningkatkan produksi hormon ini.

5. Estrogen

Hormon yang satu ini punya peran untuk mendukung pembentukan hormon Serotonin. Estrogen membuat mood kita tetap stabil, tanpa ada rasa khawatir, cemas, dan lain sebagainya.

Pertambahan usia, kebiasaan merokok, dan olahraga berlebihan dapat membuat produksi hormon ini menurun. Jika hormon ini menurun, rasa stres akan mudah muncul. Apalagi saat stres, hormon Kortisol (pemicu rasa stres) akan mengganggu produksi hormon kebahagiaan ini.

6. Progesteron (Progesterone)

Hampir sama seperti Estrogen, Progesteron membuat pola tidur menjadi sehat, mengatasi rasa cemas, kesal, dan menjaga mood.

Hormon ini akan menurun secara alami produksinya saat memasuki usia 35 sampai 40 tahun. Apalagi jika memiliki kebiasaan berpikir berlebihan dan makan makanan tidak sehat, hal ini akan memperburuk kemampuan tubuh memproduksi Progesteron.

Hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasinya adalah dengan menjaga kesehatan diri, baik fisik maupun psikis.

Cara Meningkatkan Produksi Hormon Kebahagiaan

1. Mendengarkan Musik

Kegiatan ini dapat membuat kita merasa lebih baik dan tenang. Dopamin akan terpicu untuk produksi lebih saat mendengarkan musik, terutama lagu instrumental yang lembut.

2. Makan Makanan Yang Mengandung Karbohidrat

Karbohidrat dapat meningkatkan produksi hormon Serotonin. Maka dari itu, tidak mengherankan jika kita cenderung mencari makanan manis saat merasa stres.

Demi menjaga mood sekaligus kesehatan tubuh, pilihlah makanan berkarbohidrat yang kaya serat, seperti roti gandum.

3. Melakukan Quality Time Dengan Orang-orang Terkasih

Hormon Oksitosin akan meningkatkan jika kita melakukan hal berkualitas yang menyenangkan, seperti quality time dengan pasangan, keluarga, atau bahkan dengan hewan peliharaan. Tubuh memerlukan kegiatan nyata yang melibatkan aktifitas bersama.

4. Melakukan Kegiatan Pelepas Stres

Kegiatan pelepas stres, seperti spa, sauna, meditasi, dan yoga, atau aktifitas menenangkan sejenisnya dapat memicu produksi hormon Estrogen.

Sementara untuk hormon Progesteron, kita bisa memicunya dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga teratur, dan menghindari stres.

5. Berolahraga Secara Teratur

Kegiatan fisik, seperti jalan kaki, senam, dan aktifitas tidak berat lainnya dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi sehat. Setidaknya lakukan olahraga setiap hari selama 10 sampai 30 menit.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *