Cara Meningkatkan Kualitas Hubungan Dengan Keterikatan Emosional

By | Mei 2, 2019

Semua orang pasti ingin memiliki hubungan yang baik, nyaman, hangat, dan romantis dengan pasangannya. Tapi tidak semua orang tahu caranya atau mau berusaha untuk mempertahankan hubungan. Kenapa begitu? Karena beberapa orang sudah terbiasa menerima dan mendapatkan apa yang diinginkan, sehingga mereka cenderung pasif dalam membina hubungan.

Padahal sebuah hubungan dapat bertahan lama, hanya jika setiap pasangan sama-sama memberi dan menerima. Selayaknya seekor burung yang dapat terbang apabila sepasang sayapnya bekerja dengan baik. Kalau satu sayap saja yang bekerja, maka burung tidak dapat terbang.

Setiap pasangan harus memiliki keterikatan satu sama lain. Keterikatan adalah suatu hal yang membuat kita merasa cocok dengan pasangan. Ada banyak orang yang mengeluh bahwa ia tidak lagi merasa cocok dengan pasangannya.

Bagaimana sih rasanya kalau cocok?

Bagaimana seseorang bisa tidak lagi merasa cocok dengan pasangannya?

Atau, bagaimana caranya untuk mengatasi ketidak-cocokan tersebut?

Rasa cocok itu bukan hanya timbul karena fisik yang sesuai dengan selera kita, namun juga hubungan emosional yang sesuai.

Cara Meningkatkan Kualitas Hubungan Dengan Pasangan | arum.me

Cara Meningkatkan Kualitas Hubungan dan Keterikatan Emosional Dengan Pasangan | Photo from Rawpixel / Pexels

Lalu bagaimana cara mengetahui kecocokan?

Coba cek jika hubungan kita dengan pasangan memiliki ciri berikut:

1. Kita tidak takut menunjukkan kebiasaan kita yang aneh.

Setiap orang punya kebiasaan uniknya masing-masing. Saat kita merasa cocok dengan pasangan, berarti kita tahu bahwa pasangan tidak akan mencela kebiasaan kita sebagaimana kita juga bisa memaklumi kebiasaan pasangan

2. Komunikasi berjalan lancar tanpa perlu dipaksa.

Cara kita berkomunikasi dengan pasangan bisa menunjukkan seberapa jauh keterikatan emosional kita dengan pasangan. Saat kita bisa membicarakan segala hal dengan nyaman, maka kita cocok dengan pasangan. Kita tidak perlu memaksakan diri atau merasa tertekan saat mengobrol. Kalau sudah cocok, maka mengobrol berjam-jam pun tidak akan terasa.

3. Bisa bercanda tanpa takut pasangan akan marah.

Pernah dengar kata-kata:

Saat kita bisa membuat seseorang tertawa, maka kita sudah mendapatkan hatinya.

Pernyataan itu ada benarnya, karena kita hanya bisa tertawa lepas dengan seseorang yang membuat kita merasa nyaman. Kita bisa mengajak pasangan bercanda dan tertawa bersama, hal itu akan semakin memperkuat hubungan.

Lalu bagaimana dengan candaan yang kelewatan? Kalau dia marah bagaimana?

Sebenarnya kalau kita benar menyayangi seseorang, kita tidak akan menyakitinya. Candaan kita hanya dilontarkan karena ingin melihat tawanya dan membuatnya bahagia. Candaan yang kelewatan biasanya dimaksudkan untuk menyenangkan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain, dan ini hanya akan memperburuk hubungan.

4. Spontanitas

Saat kita merasa cocok dengan pasangan, kita biasanya akan menghubungi mereka tanpa ada maksud apapun atau secara spontan, ya hanya karena ingin menghubungi saja.

5. Pendapat orang lain tentang pasangan tidak memengaruhi perasaan kita.

Semakin kita cocok dengan pasangan, pendapat apapun dari orang lain tentang pasangan kita tidak akan membuat kita ragu dengan pasangan. Karena yang paling memahami pasangan kita adalah kita sendiri yang merupakan orang terdekatnya.

6. Pasangan bisa memberikan kesempatan kepada kita untuk “Me Time“.

Setiap orang perlu waktu sendiri untuk melakukan aktifitasnya sendiri. Pasangan yang baik akan menghargai dan memahami kebutuhan kita untuk “Me Time” tanpa perlu mengomel ataupun protes. Karena semakin kita bisa menghargai “Me Time” pasangan, semakin berkualitas waktu yang dihabiskan bersama.

7. Kita bisa mengekspresikan perasaan kita dengan terbuka.

Semakin kuat hubungan kita dengan pasangan, semakin kuat keinginan kita untuk terbuka terhadap pasangan. Kita tidak akan merasa kesulitan untuk mengungkapkan semua yang kita rasakan.

8. Mengungkapkan ketidak-setujuan namun tetap menghormati pasangan.

Kita pasti memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lain. Saat kita atau pasangan tidak sependapat, maka kita akan tetap menghormati pendapat lain dan bisa menerimanya dengan baik.

9. Pasangan selalu mendampingi walaupun di saat tersulit.

Pendapat memang bisa berbeda, namun pasangan akan memiliki tujuan, keyakinan, nilai dan prioritas yang sama. Apalagi saat menghadapi kesulitan, pasangan yang baik tidak akan meninggalkan kita.

10. Pasangan saling menghormati satu sama lain.

Hubungan biasanya berakhir dikarenakan kita ingin dan yakin bisa mengubah pasangan. Padahal, pasangan yang baik justru dapat menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing dan saling mendukung. Saat kita menghormati pasangan, maka kita tidak akan melakukan hal yang memperburuk hubungan.

Kesepuluh hal tersebut jika dilakukan semuanya, hubungan dengan pasangan akan semakin baik, dan sebaliknya.

Kemudian bagaimana cara untuk memperkuat keterikatan emosional dengan pasangan?

1. Mengobrol

Ungkapkan semua yang ingin disampaikan. Pasangan tidak akan mengerti apa yang kita pikirkan atau kita rasakan dengan tepat apabila kita tidak menyampaikannya, kecuali dia cenayang. Hehe.

2. Quality Time

Habiskan waktu anda dengan pasangan dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan dan berkualitas memperkuat hubungan. Kegiatannya tidak perlu yang mahal-mahal seperti makan di restoran Perancis, atau pergi berlibur ke luar negeri, yang sederhana tetapi bisa meningkatkan keterikatan emosional sudah cukup, seperti piknik di taman, menonton film, atau sekedar menyanyi bersama.

3. Jangan Mendiamkan Masalah

Biasanya, orang akan cenderung membiarkan dan memendam masalah dengan pasangan untuk menghindari konflik. Padahal kebiasaan ini adalah racun dalam sebuah hubungan. Begitu ada masalah, utarakan dan mencari solusi bersama.

Lebih baik bertengkar hebat dan menyelesaikan, daripada diam lalu meninggalkan.

4. Jadilah Pendengar Yang Baik

Biasanya kita suka didengarkan tapi lupa untuk mendengarkan. Cobalah untuk menjadi pendengar yang aktif. Responlah pasangan dengan baik, tidak hanya secara logis, namun juga secara emosional. Empati adalah bukti bahwa kita benar-benar mendengarkan.

Mendengarkan berarti memerhatikan bagaimana mereka berbicara, jedanya, intonasinya, diksinya, bahasa tubuhnya, dan bagaimana perubahan ekspresinya. Dengan begitu, kita bisa memahami emosi mereka dan apa maksud dari perkataan mereka. Itulah mengapa ngomong langsung lebih baik daripada via chat atau telepon.

Apakah keuntungan melakukan hal-hal tersebut?

  1. Keterikatan emosional semakin meningkat.
  2. Semakin bisa menghormati satu sama lain. Saling menghormati adalah tanda hubungan yang sehat.
  3. Mengobrol dengan pasangan akan terasa menyenangkan.
  4. Kemampuan berkomunikasi semakin meningkat.
  5. Menciptakan rasa percaya dan nyaman terhadap pasangan.
  6. Meningkatkan mood.
  7. Waktu bersama pasangan akan menjadi saat yang dinantikan.
  8. Menjadi pribadi yang lebih baik.

Semakin kita menyayangi pasangan, hubungan akan terasa makin berharga, dan semua hal yang sudah Arum sebutkan di atas akan terasa semakin mudah untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *