7 Pantangan Setelah Makan

By | January 2, 2019

Banyak dari kita yang sudah kebiasaan melakukan hal-hal yang seharusnya pantang atau tidak boleh dilakukan setelah makan. Memang hal-hal tersebut terasa menyenangkan untuk dilakukan, seperti tidur, merokok, minum teh, dan lain-lain. Apalagi di Indonesia yang memiliki keanekaragaman makanan, makanannya bermacam-macam, minumnya biasanya teh. Ini bukan iklan lho ya, memang faktanya begitu. Saya yakin kalian juga pasti sering begitu.

Lalu kenapa kok tidak boleh? Karena jika dilakukan, hal-hal itu akan mengganggu kesehatan kita. Kesehatan itu mahal. Lebih baik kita menjaganya daripada jatuh sakit lalu mengobatinya. Mau tahu apa saja 7 pantangan setelah makan? Ini dia hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah makan.

7 Pantangan Setelah Makan | arum.me

Setelah makan kita nggak boleh melakukan hal-hal ini | Photo by Joël Super / Pexels

7 Pantangan Setelah Makan

Hal-hal yang sebaiknya tidak kita lakukan setelah makan

1. Tidur

Setelah makan dan kenyang, biasanya kita akan mengantuk. Kenapa? Karena setelah makan, asam amino yang disebut triptofan yang terkandung dalam makanan kaya protein dapat memicu tubuh untuk memproduksi serotonin. Serotonin adalah zat kimia yang berperan dalam perubahan mood dan siklus tidur. Karbohidrat membantu tubuh menyerap triptofan. Jadi jika kita mengonsumsi protein bersamaan dengan karbohidrat, kita akan merasa ngantuk.

Lawanlah rasa kantuk itu, karena jika kita tidur, pencernaan kita juga akan istirahat, sehingga makanan tidak akan tercerna sempurna. Lalu bagaimana kalau hanya tiduran? Cairan pencernaan akan naik ke pipa pencernaan yang dapat menyebabkan perut mulas. Selain itu, perut kenyang akan memberikan tekanan berlebihan pada diafragma sehingga menyebabkan kita tidur mengorok dan apnea tidur.

Apnea tidur adalah gangguan tidur serius. Pernapasan sering terhenti saat tidur yang menyebabkan organ tubuh, terutama otak tidak mendapat oksigen yang cukup sehingga kualitas tidur menjadi buruk yang membuat kita masih merasa lelah saat bangun.

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Ioannina Medical School, semakin panjang jarak antara waktu makan dan waktu tidur, semakin kecil resiko terkena stroke. Maka dari itu, tidurlah minimal 2 jam setelah makan.

2. Merokok

Rokok mengandung setidaknya 60 zat karsinogen (pemicu kanker). Rokok juga mengandung nikotin yang dapat mengikat oksigen. Padahal saat mencerna makanan, tubuh memerlukan oksigen dalam jumlah yang besar. Sebagai gantinya, tubuh menyerap zat karsinogen lebih dari seharusnya. Itulah mengapa merokok 1 batang rokok setelah makan setara dengan merokok 10 batang rokok sekaligus. Hal ini dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan usus.

3. Mandi

Mandi setelah makan dapat memperlambat proses pencernaan karena sirkulasi darah akan terpusat pada kulit untuk mengatur suhu tubuh. Padahal saat mencerna makanan, sistem pencernaan memerlukan banyak energi dan sirkulasi darah yang baik.

Intinya, panas tubuh diperlukan untuk melancarkan proses pencernaan (termasuk untuk membakar lemak), namun saat mandi, tubuh akan melepaskan panas tubuh, pengaruhnya adalah kesulitan mencerna makanan. Mandilah setidaknya setengah jam setelah makan.

4. Makan Buah-buahan

Tidak perlu ditanya lagi kalau buah-buahan itu menyehatkan. Namun, kita perlu tahu waktu yang tepat untuk mengonsumsinya. Jika tidak tahu waktu tepatnya, maka ini akan menjadi salah satu dari 7 pantangan setelah makan. Buah-buahan memiliki kandungan gula yang mudah dicerna.

Jika zat gula yang terkandung dalam buah-buahan tersebut masuk dalam pencernaan yang sudah dipenuhi makanan, maka perjalanan zat tersebut akan terhalang makanan dan tidak dapat mencapai usus tepat waktu. Zat itupun akan membusuk di perut dan menciptakan gas. Gas ini memicu kita bersendawa, dan bersendawa bukanlah tanda yang baik bagi kesehatan. Selain itu, kita juga akan kehilangan banyak manfaat, nutrisi dan serat buah. Makanlah buah paling tidak 1 jam setelah makan.

5. Minum Teh

Daun teh itu bersifat asam dan akan mempengaruhi proses pencernaan. Jika kita mengonsumsi makanan berprotein, maka asam dalam teh akan mengeraskan protein dan membuatnya sulit dicerna.

Minum teh setelah makan juga mempengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 87%. Jika tubuh kekurangan zat besi, kita akan mengalami anemia (kurang darah) yang menyebabkan kulit menjadi pucat, kehilangan selera makan, sakit di dada, kaki dan tangan dingin, letih, lemah, lesu, dan sakit kepala berat. Nah, karena itu hindarilah mengonsumsi teh setidaknya 1 jam sebelum atau setelah makan.

6. Berolahraga

Tubuh kita memerlukan waktu untuk dapat mencerna makanan yang masuk ke usus dengan sempurna. Jika kita melakukan olahraga segera setelah makan berat, maka pencernaan akan terganggu dan menyebabkan muntah-muntah, perut membengkak, dan pergerakan tidak bebas. Tunggulah beberapa jam setelah makan sebelum memutuskan untuk berolahraga.

7. Jalan Kaki

Jalan kaki adalah olahraga kardio termurah dan termudah, namun dipastikan dulu waktu pelaksanaannya supaya bukannya malah mengganggu kesehatan. Jalan kaki setelah makan adalah ide yang buruk. Kenapa? Karena hal ini dapat menyebabkan refluks asam dan gangguan pencernaan.

Apa itu refluks asam? Asam dari perut mengalir kembali ke dalam esofagus (saluran makanan). Refluks ini dapat mengiritasi bahkan merusak lapisan esofagus. Kalau sudah begini, asam bahkan bisa mencapai pita suara dan mengalir ke dalam paru-paru. Jadi, demi kebaikan anda, silahkan berjalan kaki minimal setengah jam setelah makan.

Sudah tahu kan ya 7 pantangan setelah makan? Jadi jangan bandel dan terus melakukan kebiasaan buruk tersebut. Semua itu demi kesehatan anda. Jangan nunggu sakit untuk menyadari pentingnya kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *