Kenali 5 Tahapan Dalam Hubungan Ini Supaya Tidak Salah Langkah

Membina hubungan dengan seseorang itu tidaklah semudah jatuh cinta. Apalagi jika hubungan sudah berjalan cukup lama sehingga kita mulai mengenali karakter asli pasangan kita.

Terkadang, saat ada hal yang tidak sesuai pada pasangan kita, kita pernah merasa tidak sanggup lagi menghadapinya dan ingin pergi darinya. Tapi pada saat yang sama, keberadaannya juga penting bagi kita.

Sebelum lebih jauh menghadapi kegalauan seperti itu, coba kenali dulu 5 tahapan dalam hubungan berikut ini. Agar kedepannya, kita bisa mengenali proses dan langkah apa yang harus diambil.

Setidaknya, anda bisa lebih bijak dalam bersikap menghadapi masalah yang tumbuh dalam kebersamaan yang anda bangun bersama.

5 Tahapan Dalam Hubungan

Photo by McKinsey / Rawpixel

1. Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu berjuta indahnya. Pada fase ini, kita akan merasakan perasaan ‘berbunga-bunga’, membuncah, dan segala energi kuat untuk bersama seseorang. Saat jatuh cinta terjadi, tubuh kita otomatis memproduksi hormon dopamin, oksitosin, serotonin, estrogen, dan testosteron. Maka dari itu kenapa segala kebahagiaan serasa jadi milik mereka yang sedang jatuh cinta.

Pada tahap ini, orang akan cenderung ‘dibutakan’ oleh perasaan yang melumpuhkan logikanya. Yang kita lihat hanyalah keindahan seseorang yang kita sukai. Saat bertemu dengannya, kita meletakkan semua harapan dan impian kita akan cinta, dan berharap akan selamanya seperti itu.

Harapan buta pada tahap ini bahkan bisa dengan tanpa disadari menegasikan keniscayaan akan tumbuhnya masalah, konflik, dan penyesuaian tak kunjung putus di kemudian hari.

baca juga: Apakah Dia Jodohmu? Ini 5 Tanda Yang Paling Kentara.

2. Menjadi Pasangan

Jika perasaan sudah yakin, kita akan membina hubungan yang lebih jauh dan serius dengan dia yang kita cintai. Pada level ini, perasaan kita tidak lagi se-membuncah saat awal-awal jatuh cinta, melainkan perasaan terikat satu sama lain yang lebih dalam.

Saat inilah kita mulai lebih mengenali dan memahami pasangan. Sudah tidak ada lagi ‘aku’ atau ‘kamu’, tapi ‘kita’. Kita akan mulai menolerir dan belajar menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Hampir semua pasangan mengira inilah tahap akhir dari kegiatan mencintai dan dicintai. Padahal bukan, atau lebih tepatnya – belum.

3. Kekecewaan

Inilah fase dalam sebuah hubungan yang tidak banyak orang tahu – atau tepatnya menolak untuk tahu.

Kebanyakan pasangan mengira, bagian ini adalah pertanda bahwa hubungan mereka tidak lagi layak dipertahankan. Pasangan mulai saling merasa terganggu dan tidak nyaman. Hal-hal kecil mulai terasa mengganggu dan membuat kita merasa jengkel.

Saat ini terjadi, kita akan merasa kehilangan sosok pasangan yang dulu kita kenal. Hati lebih sering merasa terluka dan terabaikan. Kebanyakan orang akan mulai berpikir untuk meninggalkan pasangan mereka. Padahal, pada fase inilah, keterikatan satu sama lain diuji, dan pilihan dari masing-masing untuk memperjuangkan atau meninggalkan.

Menyatukan dua orang tidaklah pernah mudah. Jangankan pasangan yang berasal dari latar belakang yang berbeda, saudara kandung yang sudah bersama sejak lahir saja pasti pernah bertengkar dan saling tidak menyukai. Jika pasangan sanggup bertahan pada masa ini dengan menurunkan egonya masing-masing, maka pasangan akan menuju hubungan yang jauh lebih indah.

4. Cinta Sejati yang Mampu Bertahan

Hampir semua orang menganggap bahwa hanya cinta sejatilah yang mampu bertahan. Padahal sebaliknya, karena sanggup bertahanlah, maka cinta sejati pun terwujud. Pada tahap ini, pasangan akan saling mengenali, memahami, dan mampu mengolah rasa sakit hati dan konflik dalam membina hubungan.

Semua orang memiliki luka di masa lalu. Luka tersebut perlu diatasi agar semakin membaik. Banyak penelitian membuktikan bahwa trauma atau masa kelam pada waktu kecil dapat memengaruhi emosi dan kemampuan seseorang dalam membina hubungan dengan orang lain.

Saat kedua pihak mau saling membuka diri dan menguatkan, maka luka tersebut akan berangsur sembuh. Saat inilah kita akan melihat pasangan sebagai pribadi penuh luka yang perlu ditolong. Ketika hal ini dilakukan, kita akan melihat pasangan kita apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Bunga cinta yang sebelumnya seperti menghilang, akan kembali bersemi dan menjadi lebih indah. Hubungan juga akan terasa lebih kuat. Karena saat kita mampu memahami dan menerima pasangan, secara otomatis kita akan lebih mencintai diri kita sendiri.

5. Bersama Menghadapi Dunia

Kita semua tahu bahwa dunia ini bisa terasa begitu indah, namun juga bisa begitu mengerikan. Hanya karena seseorang, kita bisa merasa tidak nyaman seharian di kantor, atau di sekolah, maupun tempat lainnya.

Saat 4 tahap sebelumnya telah berhasil dilalui, maka pada tahap terakhir ini, kedua pihak akan mampu menghadapi dunia bersama. Segala sesuatu dimulai dari hal kecil yang dilakukan secara terus-menerus, dan akan menjadi hal besar. Apabila menghadapi pasangan sendiri yang kita cintai sudah dilakukan dengan baik, maka bukan lagi hal sukar untuk memahami orang lain.

Pada fase ini, pasangan yang sudah mengerti satu sama lain akan saling menguatkan dan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk saling mendukung. Tidak ada hubungan yang lebih indah, selain dari pasangan yang saling melengkapi.