5 Kebiasaan Supaya Otak Tetap Optimal

Otak adalah salah satu organ vital yang wajib dijaga “kebugarannya”. Jadi, bukan tubuh saja yang perlu olahraga, otak kita juga memerlukan “olahraga”. “Olahraga” otak ini harus dibiasakan supaya kinerja otak tetap optimal.

Tanpa adanya “olahraga”, kondisi otak dapat mengalami penurunan. Hal ini akan berdampak buruk terhadap kemampuan otak, baik untuk berpikir, mengingat, berkomunikasi, dan masih banyak lagi.

Mungkin beberapa dari kita merasa bahwa kemampuan berpikir sudah “terlanjur” mengalami penurunan, seperti jadi pelupa, sulit berpikir jernih, diajak ngobrol sering nggak nyambung, dan lain sebagainya. Entah itu karena faktor usia, kebanyakan mager, atau terlalu banyak melakukan kebiasaan yang merusak otak.

Tapi, jangan khawatir! Otak kita bersifat dinamis. Artinya, otak kita memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi dan memperbarui saraf dan jaringannya. Jadi, mau usia berapapun kita, tidak ada kata terlambat untuk menyegarkan, membentuk, dan memperbarui otak agar mencapai kondisi optimalnya.

Perubahan otak dapat terus terjadi, entah strukturnya, ukurannya, bahkan reaksi biokimia di dalamnya. Otak kita ini pokoknya “wow“. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mengoptimalkannya? Jika jawabannya “iya”, yuk simak terus artikel ini!

5 Kebiasaan Supaya Otak Tetap Optimal

5 Kebiasaan Supaya Fungsi Otak Tetap Optimal | arum.me
5 Kebiasaan Supaya Fungsi Otak Tetap Optimal | Photo by Robina Weermeijer / Unsplash

1. Main Lempar Bola

Main lempar bola yang dimaksud disini bukan seperti main basket, voli, atau sepak bola, melainkan juggling. Apakah Anda pernah melihat seorang pesulap atau badut yang melakukan aksi akrobat dengan melempar dan menangkap beberapa bola sekaligus dalam satu waktu? Nah itulah kegiatan lempar bola yang dimaksud.

Menurut penelitian, aktifitas ini dapat memicu peningkatan fungsi otak. Bagian otak yang mengalami perubahan adalah area sistem saraf pusat (materi putih) dan korteks otak besar (materi abu-abu). Koneksi saraf otak mengalami pembaruan dan dapat berjalan lebih efisien.

Kegiatan ini memang tidak mudah karena memerlukan konsentrasi sekaligus koordinasi gerak tubuh yang baik. Penelitian membuktikan bahwa kebiasaan juggling yang dilakukan selama setidaknya 1 bulan dapat menjaga kondisi sistem saraf pusat tetap optimal.

2. Mempelajari Hal Baru

Otak kita memiliki “kesadaran” dan bisa “dibiasakan”. Mempelajari hal baru yang tidak ada hubungannya dengan yang biasa kita lakukan sehari-hari dapat meningkatkan fungsi otak.

Otak yang dibiasakan untuk mempelajari hal baru akan secara otomatis memiliki “kesadaran” untuk terus meningkatkan kapasitasnya. Semakin banyak dan variatif hal yang dipelajari, semakin besar kapasitas otak kita.

Hal baru, bahkan seperti bertemu orang baru mungkin membuat kita merasa tidak nyaman, tapi saat itulah otak kita “menciptakan” koneksi saraf otak baru yang dapat meningkatkan kinerjanya.

Namun, tidak semua aktifitas baru bisa mengoptimalkan kerja otak. Aktifitas baru yang perlu dilakukan haruslah hal yang memerlukan konsentrasi, seperti membaca, menari, memainkan alat musik, mempelajari bahasa asing, dan bermain catur.

Aktifitas semacam ini juga dapat membantu mengurangi resiko terkena penyakit demensia dan alzheimer.

Ingat, kuncinya adalah kegiatan yang sama sekali berbeda dari aktifitas keseharian kita, dan harus bervariasi.

3. Tidur yang Cukup

Tahukah Anda bahwa kurang tidur itu dapat mempengaruhi volume otak? Kebanyakan orang meremehkan durasi tidur. Padahal, tidur yang cukup itu memiliki peran yang besar terhadap kondisi otak kita.

Menurut penelitian, kurang tidur dapat memicu pembentukan protein di otak yang bisa menyerang sel-sel otak di bagian penting, seperti yang mengatur kemampuan berbahasa, keseimbangan tubuh, sensor peraba, kemampuan matematis, dan pengambilan keputusan.

Jika Anda merasa selama ini terbiasa tidur cuma sebentar, silahkan perbaiki pola tidur Anda untuk mengembalikan kemampuan dan kesehatan otak. Tidurlah 7 hingga 8 jam agar otak juga terstimulasi untuk membentuk jaringan baru, sehingga otak dapat berkembang.

4. Olahraga Secara Rutin


Olahraga fisik adalah bagian dari “olahraga” otak juga lho! Saat kita berolahraga, detak jantung akan meningkat, volume oksigen yang dipompakan ke otak juga otomatis meningkat, produksi hormon juga meningkat, dan terciptalah “lingkungan” otak yang sangat baik.

“Lingkungan” ini akan mempengaruhi banyak area di otak, seperti yang mengatur memori, kemampuan motorik, serta kemampuan untuk belajar.

Tidak hanya berhenti disitu saja, reaksi berantai ini juga dapat membuat mood kita menjadi lebih baik, mengurangi stres dan kekhawatiran, dan tidur menjadi berkualitas.

Berolahragalah secara teratur, setidaknya selama 30 menit dalam sehari, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, senam aerobik, bulu tangkis, atau bisa juga menari, dan bahkan naik-turun tangga.

Penelitian membuktikan bahwa dengan berolahraga rutin selama setidaknya 6 hingga 12 bulan dapat meningkatkan volume otak.

5. Melakukan Meditasi “Mindfulness”

Meditasi sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan mental. Ada salah satu metode meditasi yang cukup terkenal karena dapat mengubah otak, yaitu meditasi Mindfulness.

Meditasi ini berfokus pada “perhatian dan penerimaan”. Intinya adalah kesadaran atau mindfulness akan apa yang terjadi di dalam dan di luar diri disaat ini.

Kita menikmati dan benar-benar menjalani “saat ini” dengan sebaik mungkin, tidak menyesali “masa lalu” ataupun mengkhawatirkan “masa depan”. Hal ini secara tidak sadar akan membuat kita bisa lebih “memperhatikan” kehidupan lebih mendalam, menerima apa adanya, tanpa menilai atau menghakimi.

Teknik meditasi ini juga bermanfaat untuk membangun kesadaran lebih untuk menikmati apa yang kita miliki, menghargai hal-hal yang sebelumnya dianggap remeh, dan juga mengenali diri sendiri.

Saat diri dalam keadaan seperti ini, otak akan memproduksi hormon kebahagiaan, sehingga akan berdampak pada berkurangnya rasa stres dan pikiran negatif, meningkatkan konsentrasi, kemampuan mengingat, kemampuan kognitif otak, dan toleransi dalam berhubungan dengan orang lain.

Penelitian membuktikan bahwa otak kita lebih banyak bekerja secara “autopilot“. Jadi, pastikan otak kita menerima “masukan” yang baik dengan melakukan kebiasaan baik supaya fungsi dan kinerja otak tetap optimal, terlepas berapapun usia kita.

Author: Arum Kinasih

"this too, shall pass"

Leave a Reply

Your email address will not be published.