5 Cara Menemukan Semangat Hidup Ketika Semua Serasa Meninggalkan Anda

Hidup memang tidak selamanya indah dan sejalan dengan harapan kita. Seringkali kita dihadapkan pada situasi yang sulit dan membuat kita tidak percaya lagi pada harapan yang sebelumnya pernah sangat kuat. Di saat seperti ini, kita memerlukan cara menemukan semangat hidup dan mengembalikannya.

Kesibukan yang menyebabkan stres, tekanan hidup, dan banyak hal lainnya membuat energi kita terkuras. Pada satu titik, kita juga bisa merasa kehilangan arah. Jika sudah masuk pada fase ini, salah satu booster adalah mendengarkan nasihat dari orang yang kita anggap lebih bijaksana daripada kita.

Saya pribadi cukup suka mendengarkan nasihat dari beberapa motivator dan orang lain yang memiliki pengalaman hidup yang sama. Rasanya seperti tidak sendirian. Ternyata banyak orang di luar sana yang juga berjuang dalam hidup.

Salah satu sumber motivasi saya adalah nasihat dari motivator seperti Simon Sinek. Beliau adalah seorang penulis asal Inggris-Amerika sekaligus motivator internasional. Bagi yang sudah tahu ‘masterpieces’ beliau, pasti setuju bahwa beliau adalah salah satu motivator yang handal.

Kali ini Arum akan membagikan ringkasan nasihat beliau yang sangat menginspirasi saya. Semoga tulisan ini juga dapat menginspirasi anda. Yuk kita simak apa saja sih 5 cara menemukan semangat hidup.

5 Cara Menemukan Semangat Hidup | arum.me
5 Cara Menemukan Semangat Hidup | Photo by misign / pixabay

5 Cara Menemukan Semangat Hidup

  1. mewujudkan keinginan, sekalipun itu sangat sederhana
  2. melakukan refleksi diri dengan jujur dan fair
  3. jangan berhenti membantu orang lain
  4. jadilah yang terakhir yang berbicara
  5. senantiasa bersyukur dan rendah hati

1. Raihlah hal yang menjadi keinginan

Ada 2 jenis orang di dunia ini, yaitu mereka yang hanya melihat apa yang mereka mau, dan mereka yang hanya melihat halangan dalam mendapatkan yang mereka mau.

Contohnya kita ingin makan es krim terenak di sebuah kedai es krim. Karena enak, peminatnya pun banyak dan kita harus mengantri untuk mendapatkannya. Orang jenis pertama, dia hanya tahu bahwa ia menginginkan es krim itu, jadi sekalipun harus mengantri, tidak menjadi masalah. Orang jenis kedua, dia hanya bisa melihat panjangnya antrean dan akhirnya mengurungkan niat membeli es krim.

Untuk mendapatkan yang kita mau – yang pastinya bernilai – tentunya membutuhkan usaha dan perjuangan. Persaingan juga hal yang wajar dalam mendapatkan sesuatu yang bernilai, karena banyak orang yang juga menginginkannya.

Fokuslah hanya pada apa yang kita inginkan, maka kita akan menemukan semangat untuk mendapatkan hal tersebut. Namun pastikan anda tidak menghalalkan segala cara yang dapat merugikan orang lain.

“Tidak ada hal berharga yang bisa didapatkan tanpa perjuangan.

2. Introspeksi diri sendiri

Pada abad ke-18, sebuah wabah demam mematikan muncul pada wanita yang baru saja melahirkan. Wabah ini terjadi di Vienna – Austria selama hampir 2 abad. Wanita yang baru saja melahirkan, sebanyak 70% meninggal dunia 42 jam setelah melahirkan.

Berbagai dokter melakukan berbagai penelitian untuk menemukan penyebabnya. Hingga suatu hari, seorang ilmuwan sekaligus ahli Fisika bernama Semmelweis menemukan bahwa penyebabnya adalah dokter bersalin sendiri. Mereka tidak mencuci tangan sebelum menangani persalinan. Penemuan beliau ditentang banyak orang dan menjadi kontroversi. Beliau juga dianggap gila oleh para dokter hingga 30 tahun kemudian. Sejak itu wabah tersebut hilang, dan beliau dinobatkan sebagai penyelamat ibu dan pioneer prosedur antiseptik.

Sejarah di atas merupakan salah satu contoh bahwa diri kita pun bisa menjadi sumber masalah. Jadi, jangan hanya menyalahkan orang lain dan keadaan apabila menghadapi suatu masalah. Kebanyakan orang selalu melimpahkan kesalahan kepada orang lain, namun lantang mengumbar keberhasilannya. Perbanyaklah introspeksi diri.

“Akui kesalahan anda sebagaimana anda membanggakan keberhasilan anda.”

3. Bantulah orang lain

Ada banyak orang hebat karena kekuatannya, kekayaannya, atau kecerdasannya. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk peka terhadap orang lain. Kemampuan untuk membantu orang lain dan meminta bantuan orang lain saat perlu.

Hidup di dunia yang besar ini, mustahil bagi kita untuk bisa mengurus apapun sendirian. Kita akan selalu memerlukan orang lain. Awali dengan memberi bantuan orang lain yang membutuhkan. Kemudian, saat kita merasa perlu bantuan, akuilah keterbatasan kita dan mintalah bantuan. Saat itulah, anda akan menyadari bahwa ada banyak orang yang peduli pada kita, mereka hanya tidak tahu kapan anda butuh bantuan.

“Kepedulian anda terhadap orang lain mampu menggerakkan nurani orang lain untuk mempedulikan anda.”

4. Jadilah yang terakhir berbicara

Nelson Mandela adalah seorang pemimpin hebat yang diakui dunia. Beliau pernah diwawancarai mengenai bagaimana ia bisa menjadi pemimpin yang hebat. Beliau berkata bahwa ia terinspirasi dari ayahnya yang merupakan seorang kepala suku. Setiap kali diadakan pertemuan, Mandela selalu menyadari bahwa ayahnya selalu menjadi yang terakhir berbicara.

Saat kita menjadi orang yang terakhir berbicara, kita akan mengolah kemampuan kita untuk menjadi pendengar yang baik. Selain itu, kita akan membuat orang lain merasa didengarkan, diberikan kesempatan, dan dihargai kontribusinya.

Saat orang lain berbicara, tidak perlu menunjukkan gimik atau mimik yang menunjukkan anda setuju atau tidak. Cukup dengan memberi pertanyaan bagaimana atau mengapa mereka bisa berpendapat demikian. Hal ini dilakukan agar kita memahami maksud dibalik pendapatnya, bukan sekedar kata-kata yang disampaikan.

“Dengarkanlah orang lain terlebih dahulu, maka anda akan didengarkan.”

5. Jadilah pribadi yang penuh rasa syukur dan rendah hati

Seorang mantan sekretaris negara pernah bercerita mengenai pengalamannya semasa aktif bekerja. Kemanapun ia pergi, selalu ada mobil mewah beserta sopir yang siap mengantarnya, akomodasi pun sudah dipersiapkan. Ia hanya cukup membawa diri.

Saat telah pensiun, beliau sangat merasakan perbedaan. Sekarang, jika ia ingin pergi, ia harus mencari akomodasi sendiri, naik bus seperti orang lain pada umumnya.

Saat itu juga beliau menyadari bahwa ia hanya layak naik bus, bukan mobil mewah. Jabatannya-lah yang layak naik mobil mewah. Jadi jika kita memiliki posisi tinggi, kekayaan, popularitas, dan apapun sejenisnya, syukurilah. Anda bisa memanfaatkan kemudahannya sesuai kebutuhan.

Tetapi belajarlah pula untuk rendah hati. Karena, semua kemudahan tersebut tidak akan ada saat anda tidak memiliki apapun.

“Menjadi rendah hati tidak akan pernah menurunkan harga diri anda.”

Itulah kelima pesan dari Simon Sinek beserta beberapa tambahan dari saya pribadi. Semoga bermanfaat untuk menjadikan hidupmu lebih berarti dan penuh semangat. Have a nice day!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *