15 Cara Mencegah Kanker Secara Alami Yang Sudah Anda Ketahui, Tetapi Anda Memilih Untuk Mengabaikannya

Arum cukup yakin, jika sebenarnya, ke 15 cara mencegah kanker secara alami yang akan kita bahas kali ini anda sudah pernah tahu sebelumnya. Bisa dari artikel semacam ini di internet, di koran, atau tabloid dan majalah cetak kesehatan dan kebugaran.

Dan meskipun banyak orang tahu – seperti anda juga tahu – kebanyakan orang juga memilih untuk mengabaikan atau menunda untuk melakukannya – seperti juga anda.

Ada banyak hal yang menyebabkan kanker dapat muncul dalam tubuh, seperti karena lemahnya sistem imun, pH tubuh yang tidak seimbang, kurangnya kadar oksigen dalam sel, atau terlalu banyak racun dalam tubuh.

Ada banyak yang mengatakan bahwa kita secara alami sudah memiliki sel kanker dalam tubuh, namun jumlahnya masih dalam batas aman.

Secara harfiah, bisa dikatakan begitu. Namun yang sebenarnya terjadi adalah kita yang memroduksi sel kanker di dalam tubuh.

Setiap kali sel dalam tubuh membelah diri, bisa ada kesalahan yang terjadi. Setiap kali DNA mereplika diri, kesalahan juga bisa terjadi.

Seperti saat kita melangkah keluar terpapar sinar matahari yang merugikan seperti UV-A dan UV-B, atau setiap tarikan nafas kita saat berada di daerah perkotaan yang penuh polusi, hal seperti itu bisa mempengaruhi kinerja tubuh.

Hal-hal tersebut bisa mengganggu proses pembentukan dan regenerasi sel tubuh atau bahkan merusak sel-sel baik yang dapat memicu kanker.

Jadi, sel kanker adalah sel tubuh kita sendiri yang bisa dikatakan sebagai “produk gagal”.

Namun tubuh kita memiliki sistem imun atau pertahanan tubuh untuk mencegah “kesalahan-kesalahan” tadi agar tidak membahayakan tubuh.

Setiap detik, setiap hari, tubuh kita memiliki mekanisme untuk melindungi DNA dari kerusakan, memperbaiki DNA yang rusak, mencari dan membunuh sel-sel yang berbahaya bagi tubuh.

Kalau digambarkan dalam sebuah skenario film, sistem imun tubuh kita seperti sebuah barikade pasukan yang melawan penjahat kanker. Perang ini terus terjadi setiap detiknya. Jadi, tubuh harus selalu berada dalam kondisi sehat agar kinerja sel-sel baik dapat maksimal.

Kanker bukan penyakit baru. Penyakit ini sudah diketahui keberadaannya sejak lama. Pun pengembangan pengobatannya. Yang sayangnya, sampai sekarang, setiap penyakit kanker spesifik, belum ada obat yang pasti dengan tingkat keberhasilan yang mendekati 100%.

Setiap obat dan atau metode pengobatan kanker itu tidak ada yang berani mengklaim bisa menyembuhkan kanker sampai benar-benar sembuh dan menghilangkan kemungkinan akan tumbuh lagi.

Itu sebabnya, akan sangat lebih baik jika kita bisa mencegah kanker sedari mula dan secara alami.

15 Cara Mencegah Kanker
15 Cara Mencegah Kanker – Photo by Glen Carrie from Unsplash

15 Cara Mencegah Kanker Secara Alami Yang Sudah Anda Ketahui

(tapi anda lebih memilih mengabaikannya dan atau menundanya)

1. Konsumsi Buah dan Sayur

Buah-buahan dan sayur-sayuran memiliki kandungan vitamin dan mineral alami yang baik bagi tubuh. Maka konsumsilah 7 – 10 kg buah dan sayur organik dalam sehari.

2. Konsumsi Jus Sayuran Hijau

Jus sayuran segar seperti wortel, apel, dan sayuran hijau (bayam, kale, brokoli, sawi, selada air, kubis Cina, dan paterseli) kaya akan antioksidan. Kandungan tersebut mampu meningkatkan imunitas tubuh dan meningkatkan kemampuan tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan.

Sayuran Cruciferous mengandung phytochemical yang memiliki anti-aging, anti-kanker, dan antioksidan. Sayuran ini merujuk pada genus Brassica, misalnya kubis, kembang kol, brokoli, kubis Brussel, kangkung, lobak, selada air dan sawi hijau.

Kale, brokoli dan kembang kol mengandung enzim alami yang dapat mengurangi radikal bebas dan juga anti-inflamasi.

Mengapa saya pisahkan poin pertama dan poin kedua walaupun sama-sama sayur? Poin pertama adalah mengonsumsinya secara langsung, sementara poin kedua ini adalah dengan dibuat jus terlebih dulu.

Minumlah jus segera setelah dibuat, atau kalau mau disimpan dulu, letakkanlah dalam wadah minim udara di tempat yang terdingin dan tergelap dalam kulkas alias freezer. Hal ini dimaksudkan agar kualitas nutrisinya tetap optimal.

Konsumsilah 3 – 6 kg jus sayuran hijau segar setiap hari untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker. Sementara untuk pencegahannya, minumlah 1 – 2 kg jus perhari.

3. Konsumsi Hati Sapi

Hati sapi kaya akan kandungan vitamin B12. Vitamin B12 memiliki fungsi utama menghasilkan sel darah merah, menjaga kesehatan sistem saraf, kulit dan mata, serta membantu dalam proses sintesis DNA.

4. Sesuaikan Kebutuhan Vitamin dan Protein

Orang yang menderita tumor jenis epitelial seperti tumor paru-paru, pankreas, usus, prostat, uterin perlu melakukan terapi sayuran dan meminimalisir konsumsi protein hewani.

Kemudian untuk orang yang menderita tumor yang berhubungan dengan darah atau imunitas seperti leukimia dan limfoma memerlukan konsumsi protein hewani yang tinggi dan meminimalisir konsumsi sayuran.

5. Konsumsi Vitamin C

Jenis vitamin ini mudah larut dalam air. Vitamin C bermanfaat untuk membantu tubuh memproduksi kolagen yang dibutuhkan untuk mencegah keriput, proses penyembuhan luka, memperlambat proses penuaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Dosis yang dibutuhkan tubuh manusia adalah mulai dari 75 – 90 mg perharinya. Namun apabila dalam masa penyembuhan, kebutuhan akan vitamin ini akan meningkat.

Pasti kalian sering melihat produk vitamin C yang memiliki dosis 500 mg. Walaupun angka ini cukup tinggi dibandingkan dengan kebutuhan kita, namun dosis tersebut masih masuk dalam kategori aman untuk menjaga kesehatan.

6. Konsumsi Makanan Prebiotik

Makanan atau produk prebiotik adalah susu murni, keju dan yoghurt. Prebiotik adalah nutrisi bagi bakteri baik. Fungsinya adalah membantu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus kita. Semakin banyak bakteri baik maka pencernaan kita akan menjadi baik dan meningkatkan kesehatan tubuh.

7. Berjemur

Sinar matahari dapat menstimulasi fungsi organ pankreas, kelenjar ludah, kandung kemih, liver, dan kandung empedu. Selain itu sinar matahari dapat meningkatkan mood, memicu kreatifitas, and mendukung kemampuan imunitas tubuh dalam melawan sel kanker.

Berjemurlah selama 20 – 30 menit bagi yang memiliki kulit cerah, dan 1 – 2 jam bagi yang memiliki kulit gelap. Dan jangan lupa, berjemurlah sebelum jam 9 pagi.

Pastikan untuk tidak memakai krim sunscreen atau sunblock agar tubuh dapat menyerap sinar UV yang penting bagi tubuh.

8. Kunyit dan Temulawak

Tanaman ini sangat baik bagi yang menderita tumor payudara, usus, perut, dan kulit.

Kunyit atau kunir mampu mencegah inflamasi atau peradangan. Temulawak berfungsi untuk memicu produksi zat antioksidan seperti glutathione yang dapat mencegah kerusakan oksidatif pada organ tubuh.

Takaran yang direkomendasikan untuk mengonsumsinya adalah 500 – 1000 mg perhari.

9. Diet Ketogenik

Diet ini bertujuan untuk membuat sel kanker kelaparan dan akan berlanjut pada hancurnya sel kanker. Diet ini dilakukan dengan mengonsumsi 75% lemak baik, 20% protein, dan 5% karbohidrat.
Ini akan membuat lemak menjadi tenaga berbentuk keton, lalu mengurangi mutasi sel akibat radikal bebas.

Lemak baiknya bisa ditemukan pada buah alpukat dan minyak kelapa.
Proteinnya bisa ditemukan di daging yang telah di-pasteurisasi (netralisasi menggunakan panas yang bertujuan untuk membasmi dan membunuh patogen-patogen jahat seperti bakteri E. Coli, Salmonella dan Campylobacter).

Selain itu juga dari produk dairy (bahan makanan yang berbasis susu, seperti susu, cream, butter, dan yoghurt) termasuk telur, daging unggas organik dan ikan laut.

Karbohidratnya bisa didapatkan dari sayuran dan buah-buahan yang memiliki kadar karbohidrat yang rendah seperti kubis, asparagus, lemon, dan jeruk nipis.

Diet ini dapat meningkatkan kemungkinan sembuh dari tumor hingga 50%.

Berpuasa adalah bagian dari program diet yang sangat baik untuk dilakukan karena mampu mengurangi peradangan, meningkatkan imunitas dan menurunkan kadar gula darah.

10. Konsumsi Sayuran Fermentasi

Bakteroidetes adalah bakteri yang bisa ditemukan di sayuran berfermentasi. Bakteri ini memproduksi substansi yang disebut butyrate. Butyrate mengandung zat pelawan kanker. Cobalah juga susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir yang mengandung banyak bakteri baik.

Kita direkomendasikan untuk mengonsumsi 2 – 4 porsi sayuran berfermentasi dalam sehari. Contoh sayuran berfermentasi ini adalah sauerkraut, kimchi, kefir air kelapa, air kefir, kefir santan kelapa, cuka apel dan yoghurt tanpa gula dari kelapa.

Namun perlu diperhatikan, lakukan secara bertahap untuk menambahkan makanan ini ke dalam menu kita. Kenapa? Untuk mencegah munculnya sakit perut karena gas alias kembung.

11. Konsumsi Vitamin D

Vitamin D adalah sebuah komponen penting untuk pusat saraf dan kesehatan seluruh tubuh. Fungsinya mampu mengurangi komplikasi sistem imun dan membatasi pertumbuhan sel jahat.

Sel protein dalam tubuh ada yang disebut GcMAF yang membutuhkan vitamin D untuk memproduksinya. Fungsinya adalah untuk melawan kanker payudara dengan mencegah pertumbuhan sel kanker tersebut.

Menurut penelitian, mengonsumsi vitamin D3 dapat menurunkan resiko kanker hingga 77%, dengan takaran 40 atau 60 mg/ml – 80 mg/ml, atau 5000 – 10000 IU perhari.

Vitamin D sendiri dapat ditemukan dari minyak ikan, ikan salmon, tuna, sereal, susu dan telur.

12. Konsumsi Buah Citrus

Buah citrus seperti lemon dan jeruk nipis kaya akan kandungan asam organik yang anehnya dapat membantu menurunkan kadar asam dalam tubuh, dan meningkatkan fungsi alaminya.

13. Olahraga

Aktifitas olahraga dapat meningkatkan aliran oksigen dalam tubuh dan membuka pori-pori sehingga zat racun dalam tubuh dapat keluar bersama keringat. Bisa dikatakan jika olahraga adalah proses detoksifikasi yang murah.

14. Konsumsi Air Lemon dan Air Mineral

Iya. Air mineral masuk dalam kategori. Walaupun terdengar sederhana dan ada dalam keseharian kita, tapi ada berapa banyak orang yang kurang konsumsi air? Banyak. Padahal tubuh kita 70 % nya terdiri dari air.

Selain itu, air lemon dan air mineral berguna untuk menetralkan pH tubuh.

15. Konsumsi Beta Glucan

Beta Glucan biasanya ditemukan pada ragi, gandum, jamur, dan jelai (barley). Zat ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari kanker dengan mengaktivasi sistem imun seperti antibodi, sel pembunuh alami, sitokin, T-sel, dan makrofagus. Semuanya jika bergabung dapat menyerang dan membunuh sel kanker. Dalam sehari, kita dapat mengonsumsi sebanyak 500 mg perhari.

***

Mulailah lakukan pola hidup sehat mulai detik ini. Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan, siapa lagi? Jangan lupa untuk membaca juga Ini 5 Kebiasaan Biasa Yang Ternyata Bisa Memicu Kanker.

Semoga bermanfaat (:

15 Cara Mencegah Kanker Secara Alami Yang Sudah Anda Ketahui, Tetapi Anda Memilih Untuk Mengabaikannya
4.7 (93.33%) 3 votes

Berikan komentar....