Quote Jalaluddin Rumi Yang Akan Mengubah Jalan Pikiranmu

Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair terpelajar asal Persia pada abad ke-13. Nama beliau telah dikenal banyak orang, terutama bagi mereka – pengagum karya sastra.

Kebijaksanaan pemikiran yang beliau tuangkan dalam karya sastra sudah mendunia dan masih menginspirasi berbagai kalangan hingga hari ini. Apalagi, pilihan kata yang Rumi gunakan juga begitu indah.

Arum telah mengumpulkan beberapa quote atau kutipan kata-kata indah karya Rumi yang dapat membuatmu semakin memiliki pikiran terbuka, dan mungkin akan mengubah caramu berpikir atau memandang suatu hal.

10 Quote Terbaik Rumi

10 Quotes Jalaluddin Rumi | arum.me
10 Quotes Jalaluddin Rumi | Photo by Pexels / Pixabay

1. Mengubah Diri Sendiri

“Kemarin, aku adalah orang yang cerdas, sehingga aku ingin mengubah dunia. Hari ini, aku adalah orang yang bijaksana, sehingga aku mulai mengubah diriku sendiri.”

Diri kita yang sekarang pasti sudah mengalami perubahan dibandingkan dengan diri kita 5 tahun yang lalu. Dulu, kita mungkin ingin sekali mengubah dunia, keadaan, dan berharap segala sesuatunya menjadi seperti yang kita mau. Namun semakin hari, kita semakin sadar bahwa hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengubah diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga dapat bermanfaat bagi sesama dan berkontribusi semaksimal mungkin pada bidang yang kita mampu.

Mengubah diri sendiri bukan berarti kita berusaha menjadi orang lain. Namun kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, entah dengan skill yang semakin mumpuni pada suatu bidang, atau dengan karakter yang lebih baik, seperti lebih banyak bersyukur, lebih percaya diri, lebih serius melaksanakan tanggung jawab, lebih bertoleransi terhadap orang lain, dan lain sebagainya.

2. Kehilangan

“Janganlah berduka. Apapun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain.”

Kita pasti pernah kecewa, patah hati, ataupun bersedih karena kehilangan hal yang berharga, entah itu seseorang yang kita sayang, materi, kesempatan, dan lainnya. Namun kita sering lupa bahwa semuanya selalu berpasangan dan berjalan seiringan. Ada suka, ada duka. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada kelahiran, ada kematian. Semua datang dan pergi, silih berganti.

Tugas kita adalah menjalani, menerima, dan menghadapinya semampu kita. Itulah kehidupan – tidak ada yang abadi.

3. Menenangkan Diri

“Semakin kau mampu menenangkan diri, semakin kau mampu mendengarkan.”

Penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang bisa merasa nyaman dalam kesendirian dan menenangkan diri, cenderung lebih bahagia, tidak mudah stres atau depresi.

Kegiatan ini biasanya disebut dengan meditasi. Kegiatan ini mampu memberikan ketenangan batin, membuka jalan pikiran, dan lebih mampu mendengarkan kata hati.

4. Patah Hati

“Kau harus membiarkan hatimu patah berkali-kali hingga ia terbuka.”

Patah hati itu bukan sekedar karena ditinggalkan oleh kekasih, namun juga hal-hal yang membuat kita terluka, seperti harapan yang tidak menjadi kenyataan.

Sesungguhnya ‘kesakitan’ seperti itulah yang mampu melunakkan hati kita. Kita lebih bisa terbuka, memahami dan menaruh empati pada orang lain karena kita pernah mengalaminya. ‘Kesakitan’ itu yang membuat kita menjadi manusia yang manusiawi.

5. Mengabaikan

“Seni dalam mengetahui adalah mengetahui apa yang harus diabaikan. Abaikanlah hal-hal yang membuatmu merasa ketakutan dan sedih, yang hanya akan menyeretmu dalam penyakit dan kematian.”

Selalu saja ada perkataan orang lain yang membuat kita meragukan diri sendiri, atau membuat kita tidak lagi percaya pada segala kemungkinan yang baik. Sebenarnya, keraguan itu adalah cerminan ketakutan dan keterbatasan mereka sendiri, bukan kita.

Salah satu cara untuk membuat kita ‘ya, bisa maju’ adalah dengan mengatakan ‘tidak’ pada pengaruh negatif orang lain. Katakan ‘tidak’ pada rasa takut, pikiran negatif, dan kritikan yang merusak. Abaikan semua itu.

Temukanlah kekuatanmu, fokus pada tujuanmu, dan tingkatkan potensi yang kamu miliki.

6. Jalan Hidup Masing-masing

“Jalan hidupmu adalah milikmu sendiri. Orang lain mungkin bisa mendampingimu, namun tak seorangpun dapat menjalani hidupmu untukmu.

Intinya, jika kita tidak memiliki keberanian untuk meraih sesuatu, ya kita tidak akan pernah meraihnya. Orang lain mungkin bisa membantu, namun diri kita sendiri yang harus meraihnya. Karena tidak selamanya kita dapat bergantung pada orang lain.

Keberanian disini bukan sekedar kemampuan mengabaikan rasa takut, tetapi juga kemampuan untuk menyingkirkan berbagai alasan yang kita buat sendiri untuk tidak bergerak maju.

Sesungguhnya, alasan adalah ilusi yang kita buat sendiri untuk merasionalkan perilaku kita sendiri ketika kita merasa takut untuk meraih apa yang menjadi keinginan kita.

Lakukan apapun yang bisa kita lakukan. Hal yang sering membuat kita menyesal bukanlah apa yang sudah kita lakukan, tapi hal yang tidak kita lakukan.

7. Keraguan

“Saat kau mulai melangkah, kau akan menemukan jalan yang dapat dilalui.”

Berkali-kali kita merasa ragu untuk mengambil keputusan karena kita tidak tahu harus bagaimana. Padahal, yang perlu kita tahu itu bukan bagaimana caranya, tetapi harus kemana.

Kita perlu bergerak maju ke hal yang ingin kita gapai. Tidak perlu bingung dengan detailnya dulu. Yang terpenting adalah mulai dulu. Saat kita mulai dan mengambil langkah yang kita bisa, kita akan menemukan cara untuk menjalaninya.

8. Mencintai Diri Sendiri

“Tugasmu bukanlah untuk menemukan cinta, tetapi untuk mencari dan menemukan segala pembatas dalam dirimu yang menghalangimu mendapatkan cinta.”

Quote yang satu ini dimaksudkan agar kita mencintai diri sendiri terlebih dahulu, sebelum kita mulai mencintai orang lain. Jika kita sendiri tidak bisa melihat hal baik dalam diri, bagaimana kita bisa berharap orang lain dapat melihatnya.

Seringkali kita menyakiti diri sendiri dengan menganggap bahwa kita “tidak ada apa-apanya”, “tidak pantas”, “tidak layak”, “tidak menarik”, “tidak pandai”, dan negatifitas lainnya. Semua itu muncul entah karena mindset sendiri akibat terlalu banyak membandingkan diri atau dibandingkan dengan orang lain, atau karena dihina orang lain.

Jika kita terus mengatakan hal-hal itu pada diri sendiri, seiring waktu, tanpa kita sadari, semua akan masuk ke dalam alam bawah sadar. Kita akan menjadi pribadi yang pesimis. Siapa yang menyukai seorang pesimis? Tidak ada.

Perlakukanlah diri sendiri dengan baik. Tindakan ini sangat diperlukan untuk menjaga kewarasan pikiran dan kesehatan tubuh kita. Maka, cintailah dirimu terlebih dahulu. Katakan hal-hal yang baik pada diri sendiri.

9. Melawan Diri Sendiri

“Ketika kau melepaskan pribadimu yang lama, kau akan menjadi pribadi baru yang lebih baik.”

Jika kita ingin menjadi orang sukses, kita harus melepaskan kebiasaan suka menunda, bermalas-malasan, atau berdiam di zona nyaman. Kebiasaan buruk itu hanya akan menghalangimu dari kesuksesan. Hilangkan juga kebiasaan meragukan kemampuan diri sendiri. Kita tidak akan pernah benar-benar tahu sebelum kita mencobanya.

Kebiasaan berkata: “Gimana lagi? Aku ya begini ini” sebenarnya sudah memberi tembok pembatas dalam diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan juga untuk mendapatkan hal-hal baik. Maka lawanlah dirimu sendiri untuk meraih kesuksesan.

10. Ketegasan dalam Kelembutan

“Tingkatkan kekuatan kata-katamu, bukan volume berbicaramu. Air hujanlah yang sanggup membuat bunga tumbuh, bukan petir.”

Ini adalah salah satu quote favorit Arum. Kata-kata Rumi ini dimaksudkan agar kita tidak mudah terbawa emosi. Saat kita merasa tidak didengarkan, atau pendapat kita diremehkan, emosi kita seringkali terpicu dan secara tidak sadar, kita berbicara keras atau membentak.

Marah-marah tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Justru akan menimbulkan masalah baru. Jika tujuan kita berbicara adalah untuk menyampaikan hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain, maka cukuplah dengan ketegasan dalam kata-kata yang disampaikan dengan lembut, tanpa ada intensi untuk menyakiti.

Itulah 10 quote Jalaluddin Rumi yang dapat kita gunakan untuk introspeksi diri. Semoga bermanfaat.